Wabup Ahmad Baharudin dan Wakapolres Arie Taufan saat ikut melakukan ramcek kendaraan bus di Terminal Gayatri, Senin (16/3).
Pemkab Tulungagung, Bhirawa.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dan Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, melakukan pemantauan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramcek) armada bus di Terminal Gayatri Kota Tulungagung, Senin (16/3). Selain juga meninjau pelaksanaan deteksi narkoba yang dilakukan di terminal tipe A tersebut.
“Kami ingin memastikan semua awak bus terjaga kesehatannya dalam mengantar penumpang mudik dengan selamat,” ujar Wabup Ahmad Baharudin di sela peninjauan di Terminal Gayatri.
Ia bersyukur dari sejumlah kendaraan bus yang sudah dilakukan pemeriksaan kelaikan jalannya tidak ditemukan masalah. “Ramcek memang belum selesai. Tetapi yang sudah dilakukan pemeriksaan tidak ada temuan,” terangnya.
Menurut dia, hanya ada satu kendaraan bus yang tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran (apar). Sedang yang lainnya sudah terpenuhi kelaikan jalannya, termasuk izin trayek.
“Mudah-mudahan sampai selesai ramcek tidak akan ada temuan. Kalau pun ada temuan harus ada pembinaan lebih lanjut. Tadi untuk kelengkapan administrasinya lengkap. Hanya ada satu yang kurang apar-nya,” paparnya.
Selanjutnya, Wabup Ahmad Baharudin berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung terus melakukan pembinaan pada awak bus agar dapat memberi pelayanan pada masyarakat secara maksimal. Apalagi saat ini mereka sedang melayani masyarakat dalam arus mudik dan dilanjutkan dengan arus balik lebaran tahun 2026.
Sejumlah pejabat ikut pula dalam pemantauan ramcek dan deteksi narkoba awak bus di Terminal Gayatri. Di antaranya Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwana dan Kepala Terminal Gayatri Tulungagung, Yono. Termasuk dari Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, terkait deteksi narkoba bagi awak bus, Abie Yuwana mengungkapkan dari 13 awak bus yang sudah diperiksa urine-nya tidak ada satu pun yang terindikasi menggunakan narkoba. “Semuanya negatif. Kami menggunakan pemeriksaan urine dengan enam parameter,” bebernya.
Ia mengaku dalam deteksi narkoba bagi awak bus di Terminal Gayatri pada hari itu akan menyasar 30 awak bus. Selain akan melakukan hal serupa secara periodik, utamanya dalam arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2026.
“Semuanya untuk antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Artinya, awak bus dalam bertugas dapat mengantar pemudik dengan selamat, bahagia bertemu keluarganya. Kalau pun sampai ada temuan, kami akan lakukan pembinaan dengan asesmen dan rehabilitasi,” pungkasnya. (wed.hel)


