Pamekasan, Bhirawa
Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, H. Sukriyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kolpajung. Kegiatan ini bertujuan memantau langsung perkembangan harga kebutuhan pokok (sembako) menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Taufikurrachman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muharram, Kepala Satpol PP Mohammad Yusus Wibiseno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Fathorrachman, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Wabup dan rombongan menyambangi beberapa kios sembako dan daging. Mereka menanyakan langsung kepada pedagang mengenai harga barang-barang pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, ayam potong, telur, dan cabe.
Dari hasil dialog dengan para pedagang, diketahui bahwa harga sembako di Pasar Induk Kolpajung secara umum masih relatif stabil. Harga daging sapi misalnya, berkisar di angka Rp120.000 per kilogram. Namun, terdapat pengecualian pada harga cabe yang mengalami kenaikan.
“Saya bersama Pak Taufik (Sekdakab Pamekasan) dan kepala OPD terkait mengadakan sidak ini untuk memastikan kondisi harga bahan pokok di Pasar Kolpajung. Alhamdulillah, secara umum seluruh harga tetap stabil, termasuk daging sapi seharga Rp120 ribu per kilogram, kecuali cabe yang harganya naik,” ujar Wabup Sukriyanto kepada awak media.
Ia juga menambahkan bahwa selain harganya stabil, masyarakat juga sangat mudah mendapatkan kebutuhan pokok tersebut karena ketersediaannya yang merata di setiap pasar di Pamekasan.
Wabup pun menegaskan, di tengah suasana menyambut Lebaran ini, para pedagang diharapkan tidak mengambil kesempatan untuk menaikkan harga secara berlebihan meskipun permintaan masyarakat meningkat. Hal ini mengingat sembako menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Harapan kami ke depan, terutama kepada para pedagang, agar tetap bekerja sama dengan pemerintah. Jangan ‘bermain harga’, supaya sama-sama enak. Ke depannya kami akan tetap melakukan pemantauan,” himbau mantan Klebun Blaban, Kecamatan Batumarmar ini.
Untuk menekan kenaikan harga dan menjaga tingkat inflasi, pihaknya juga berencana menggelar operasi pasar murah. Langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah terhadap harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
“Kami tetap akan menggelar pasar murah dan melakukan pemantauan rutin, setidaknya sebulan sekali sesuai petunjuk Bupati. Tujuannya agar kita bisa cepat mengetahui kondisi harga di pasar dan menentukan langkah apa yang perlu diambil untuk mengendalikannya,” ungkapnya.
“Insyaallah harga sembako di semua pasar hampir sama. Hal ini juga terpantau sama di Pasar Waru. Yang mengalami kenaikan memang bahan cabe,” pungkas Wabup Sukri. [din.kt]


