Pemkab Gresik, Bhirawa
Respon cepat dampak konflik sosial yang terjadi di wilayah Kecamatan Panceng, di Desa Banyutengah dan Desa Campurejo, Pemkab Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik, setelah insiden bentrok sahur yang berujung bentrok, dua kelompok pemuda antar desa.
Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif mengatakan, Pemkab melalui arahan Bupati untuk menginginkan situasi di wilayah ini tetap kondusif. Bantuan sosial yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, yang terdampak konflik sosial yang terjadi secara tidak terduga.
”Bantuan ini diberikan melalui Dinas Sosial, sebagai upaya pemerintah untuk meringankan dampak sosial yang dialami warga Desa Banyutengah. Kami juga berharap, kondisi antarwarga tetap kondusif,” ujarnya.
Dengan terciptanya kondisi yang aman dan kondusif tidak hanya bergantung pada pemerintah kabupaten, kecamatan, maupun desa. Namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengawasi putra-putrinya agar tidak terlibat dalam konflik.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh mengatakan, bantuan respon cepat pemerintah terhadap konflik sosial yang terjadi di Kecamatan Panceng. Khususnya di Desa Campurejo, dan Banyutengah yang berdampak pada masyarakat sekitar. Mengakibatkan berbagai kerusakan, pemerintah cepat merespon dengan memberikan bantuan kepada 47 orang warga yang terdampak.
”Untuk kerusakan pada rumah seperti jendela diverifikasi oleh Dinas CKPKP, kerusakan kendaraan oleh Dinas Perhubungan. Kerusakan gerobak atau usaha kecil oleh Diskoperindag, sedangkan dampak sosial maupun psikologis ditangani oleh Dinas Sosial,” jelasnya.
dr Ummi Khoiroh berharap, masyarakat yang terdampak dapat terbantu dan kondisi sosial. Kembali aman serta kondusif, dan bantuan bisa meringankan dan membantu untuk warga terdampak konflik sosial. [kim.fen]


