24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Usung Inovasi Gema Cantik, RSAR Situbondo Dinobatkan Juara V

Situbondo, Bhirawa
RSAR (Rumah Sakit dr Abdoer Rahen) Situbondo, sukses bersama empat perwakilan RSUD dan puskesmas meraih juara ajang anugerah inovasi daerah yang dihelat Bapperida Kabupaten Situbondo, kemarin lusa. Rumah sakit milik Pemkab Situbondo yang kini dipimpin dr Roekmy Prabarini Ario itu sukses menempati juara ke-V dalam ajang inovasi tersebut.

Menurut dr Roekmy, inovasi ini merupakan strategi untuk menurunkan angka AKI dan AKB, antara lain, melalui peningkatan kualitas pelayanan, melalui program pendampingan rumah sakit Kabupaten/Kota oleh rumah sakit pendamping.

“Ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola bisnis, dan tata kelola manajemen di rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Ini sesuai dengan SE Sekjen Kemenkes nomor 248 tahun 2020, tentang peningkatan peran rumah sakit, dalam percepatan penurunan AKI-AKB,” tambah dr Roekmy.

Masih kata dr Roekmy, RSAR Situbondo sebagai pusat rujukan bagi FKTP di wilayah tengah juga sebagai rujukan rumah sakit lainnya. Nah, aku dia, adanya inovasi Gema Cantik sebagai isu strategis Kabupaten Situbondo atas meningkatkan angka AKI. “Ini sesuai dengan keputusan bupati Situbondo nomor 188/21/P/004.2/2021 tentang klasterisasi sistem rujukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Situbondo,” tutur dr Roekmy.

dr Roekmy melanjutkan, dengan meningkatnya angka kematian ibu, diperlukan strategi pencegahan sinergi dengan lintas sektor. Selain itu, aku dr Roekmy, diperlukan juga inovasi Gema Cantik (Gerak Bersama Cegah Resiko Tinggi Kehamilan) di Situbondo.

Berita Terkait :  Viral Vtuber Sena, DPD RI Ingatkan Komitmen Perlindungan Anak dan Perempuan

“Ada berbagai upaya untuk mencegah resiko tinggi kehamilan. Diantaranya, pembinaan ibu hamil kelas ibu hamil, pemeriksaan kehamilan, skrining ibu hamil, edukasi dan konsultasi ibu kehamilan. Selain itu juga perlu senam hamil. Ini sesuai dg RSAR sebagai penggagas pembinaan ibu hamil melalui kelas ibu hamil di rumah sakit,” papar dr Roekmy.

Tak cukup itu, sambung dr Roekmy, perlu juga edukasi dan senam Maryam dengan mengoptimalkan kesehatan mental dengan senam gerakan seperti gerakan rukuk, sujud, duduk tawaruk, dan dilakukan hipnoterapi bagi ibu hamil. “Juga melakukan pendampingan tenaga psikologi klinis di trisemester III kehamilan,” kupas dr Roekmy.

Terakhir, ujar dr Roekmy, ada banyak manfaat dari inovasi ini. Diantaranya, sebut dia, meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, memberikan layanan informasi pembinaan pada ibu hamil serta kehamilan resiko tinggi terpantau sehingga dapat menekan angka kematian ibu. “Lalu, mendukung tertib administrasi kehamilan dan bayi baru lahir memperoleh hak mendapatkan akta, KIA dan KK baru,” pungkas dr Roekmy.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru