Surabaya, Bhirawa
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mengadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan Bank Sampah Unit (BSU) di RW 05 Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Tim PkM diketuai oleh Alvy Mulyaning Tyas, SE., MM., dengan anggota Prof. Dr. Sri Utami Ady, SE., MM., Shanty Ratna Damayanti, SE., M.Si., Achmad Choiron, S.Kom., M.T., dan Jajuk Suprijati, SE., MM, didukung oleh tiga mahasiswa Unitomo sebagai asisten pelatih dan pendamping lapangan, berawal dari hasil survei lapangan yang menunjukkan rendahnya partisipasi warga, terhadap edukasi lingkungan, pencatatan transaksi bank sampah yang masih dilakukan secara manual dan rawan kesalahan, Senin (10/11).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unitomo, Prof. Dr. Nur Sayidah, mengatakan apresiasi atas upaya tim mengintegrasikan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.
“Sistem digital yang dikembangkan bisa menjadi model bagi BSU lain di Desa Betiting maupun wilayah Gresik, sehingga pengelolaan bank sampah dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Unitomo untuk terus menjadi Kampus Berdampak,” ujar Prof. Nur Sayidah.
Prof. Nur Sayidah menyampaikan pelatihan diikuti oleh 20 peserta, meliputi pengurus mitra BSU, kader lingkungan, dan warga aktif, tim memberikan pembekalan tentang metode komunikasi efektif serta strategi sosialisasi supaya edukasi pemilahan sampah dapat tersampaikan dengan lebih mudah.
“Memberikan pelatihan metode komunikasi serta strategi sosialisasi kepada pengurus agar mampu memberikan edukasi pemilahan sampah secara efektif, dimana peserta juga menerima media kampanye berupa banner dan video edukasi untuk mendukung penyuluhan berkelanjutan,” katanya.
Prof. Nur Sayidah menambahkan inovasi utama kegiatan penerapan aplikasi bank sampah berbasis Google AppSheet, memungkinkan pencatatan setoran, perhitungan saldo, dan pembuatan laporan bulanan secara otomatis melalui ponsel. “Melalui digitalisasi berharap dapat meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, serta kepercayaan warga terhadap pengelolaan bank sampah,” tutur Prof. Nur Sayidah.
Wakil mitra dan pengurus BSU Anggrek Desa Betiting, Nungky, menyampaikan rasa syukur terhadap manfaat program tersebut . “Pelatihan dan aplikasi digital yang diberikan tim Unitomo benar membantu kita, sekarang pencatatan lebih rapi, setoran warga bisa langsung terlihat di handphone, serta proses pengelolaan jadi lebih cepat,” ucapnya.
Nungky mengukpakan kegiatan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja pengurus, juga menumbuhkan kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah, berharap pendampingan seperti bisa terus berlanjut, sebab manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat,” imbuhnya. [ren.wwn]


