Sidoarjo, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akan melakukan Riset, untuk bisa membantu Pemkab Sidoarjo agar kebijakan komunikasi yang disampaikan kepada masyarakat, mendapat respon dengan cepat dan positif.
“Kami ingin memberikan sumbangsih, ingin menyusun strategi, model komunikasi seperti apa yang baik, yang tepat dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo, agar masyarakat segera dengan cepat dan merespon positif informasi yang disampaikan oleh Pemerintah,” komentar Ketua Peneliti dan Dosen S2 Umsida, Dr Didik Hariyanto SSos MSi, belum lama ini, dalam acara Forum Grup Discusion (FGD) yang digelar Umsida itu.
Menurut Didik, keinginannya tersebut karena dilatarbelakangi saat ini jumlah media massa dan media sosial, di Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Sidoarjo, jumlahnya yang semakin tambah banyak.
“Model penyampaian komunikasi informasi seperti apa yang baik saat ini, yang perlu dilakukan oleh Pemerintah kepada masyarakat?, apa lewat media massa atau media sosial?,” ujar Didik, dalam FGD, yang digelar di lantai 2 gedung Ahmad Dahlan Umsida.
Hadir dalam forum tersebut, selain aktivis dari Umsida, juga undangan dari perwakilan media massa, media sosial, Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo dan Perwakilan masyarakat.
Pegiat media massa, Alikus, dari Harian Bhirawa, mengatakan karena saat ini eranya keterbukaan informasi, Pemerintah bisa menyampaikan informasi, dengan memanfaatkan media massa, baik cetak dan digital/online maupun media sosial (Medsos). “Pemerintah bisa menggunakan segala bentuk media, sebab masing-masing, punya kelebihan dan kekurangannya, sendiri-sendiri,” ujarnya.
Yang penting apa yang disampaikan segala bentuk media itu, baik media cetak/online dan Media sosial, kepada masyarakat, menurut Ali, harus objektif, sesuai fakta dan dapat dipercaya. “Kalau media sudah tidak mendapat kepercayaan dari publik, mereka akan mati sendiri dengan perlahan, karena ditinggal oleh publik,” pendapatnya.
Pegiat Medsos di Sidoarjo, Dhika, juga menyatakan demikian. Dirinya sebagai salah satu pengelola Medsos, menyatakan akan selalu menjaga kepercayaan dan keobjektivan berita yang disajikan. Karena kalau tidak, medsos yang mereka kelola pasti akan ditinggal oleh pembaca.
Dirinya bergerak pada Medsos, karena dianggap informasi yang disajikan punya kelebihan dari media cetak atau online. Sebab, Medsos selain disajikan dengan tulisan, juga ada videonya nya. Sehingga dianggap lebih menarik minak publik untuk mengikutinya.
Perwakilan dari masyarakat desa, Imam, mengakui adanya Medsos , saat ini menjadikan perangkat desa dalam bekerja, menjadi tidak asal-asalan. Sebab bila asal-asalan, maka mereka bisa menjadi viral di dunia Maya. Yang disoroti oleh banyak orang.
Kepala Bidang pengelolaan informasi dan komunikasi publik Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo, Anita Inggit Zaenuris Shofa SSTP MAP, mengapresiasi riset penelitian dari Umsida tersebut .Karena strategi komunikasi massa yang baik, akan bisa membangun kepercayaan publik. Dan itu menurutnya sangat mahal.
“Kami tidak anti kritik, karena kami sebagai Pemerintah harus cepat menyampaikan informasi, dan sebaliknya juga harus cepat dalam menyerap aspirasi masyarakat,” komentarnya. [kus.wwn]

