Gresik, Bhirawa
Ular piton sepanjang sekitar satu meter membuat gaduh warga karena ditemukan bersembunyi di area tempat berjualan es di teras rumah Perumahan GKA, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, warga berhamburan keluar rumah menyaksikan keberadaannya, sementara penjual es gementara melihat ular sebesar itu.
Kejadian bermula ketika salah satu anggota keluarga Reva, pemilik rumah hendak keluar rumah. Langkahnya sontak terhenti, setelah melihat tubuh ular bersisik melingkar di sudut teras yang biasa digunakan untuk berjualan. Panik dan merasa terancam, Reva langsung berteriak meminta pertolongan.
Saat kejadian, Reva diketahui sedang bertugas di sebuah laboratorium yang lokasinya tidak jauh dari Pos Komando (Posko) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik. Tanpa menunda waktu, ia bersama seorang rekannya segera menuju Posko untuk meminta bantuan evakuasi.
Menindaklanjuti laporan ini, Tim Rescue Damkarla yang terdiri dari sembilan personel. Langsung meluncur ke lokasi, menggunakan satu unit mobil Panther.
Menurut Perwira piket Damkarla Kabupaten Gresik, Bhakti Darmawan, setibanya di lokasi petugas yang telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Serta tongkat penjepit ular (snake tong) langsung melakukan penyisiran.
”Keberadaan ular yang bersembunyi di celah sempit area tempat berjualan, sempat menjadi kendala. Namun, ular piton tersebut berhasil diamankan dalam waktu singkat,” ujarnya.
Bhakti menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus, agar tidak melukai ular sekaligus menghindari risiko, bagi petugas dan warga sekitar. Setelah berhasil ditangkap, ular langsung dimasukkan ke dalam karung. Untuk kemudian dipindahkan ke lokasi yang jauh, dari permukiman warga. [kim.fen]

