Surabaya, Bhirawa
Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya meresmikan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat pesisir dan kepulauan Indonesia sebagai negara maritim.
Momentum tersebut jadi tonggak penting penguatan pendidikan dokter spesialis di Jawa Timur yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan keunggulan tematik masing-masing institusi, lima PPDS seperti Spesialis Ilmu Kesehatan Anak, Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta serta Ilmu Bedah, Kamis (26/2).
Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng, mengukapkan PPDS wujud nyata dukungan UHT terhadap program strategis pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, layanan kesehatan tidak hanya soal jumlah, tapi distribusi dan relevansi kompetensi, UHT mengambil posisi strategis dengan membangun pendidikan spesialis yang berbasis kemaritiman dan terapi hiperbarik, bukan sekadar diferensiasi akademik, melainkan kontribusi konkret untuk sistem pertahanan kesehatan nasional, khususnya bagi masyarakat pesisir, wilayah terpencil, dan kawasan kepulauan,” jelasnya.
Lanjut Avando mengatakan bahwa UHT pastikan setiap lulusan PPDS-nya tidak hanya unggul secara klinis, tetapi memiliki perspektif geopolitik kesehatan maritim. “Indonesia membutuhkan dokter spesialis yang siap bertugas di rumah sakit rujukan nasional, kapal rumah sakit, maupun daerah 3T, untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kedaulatan dan ketahanan bangsa,” kata Rektor UHT.
Dekan FK UHT, Laksamana Pertama TNI (Purn) Benny Jovie, dr., Sp.JP (K)., FIHA menyampaikan lima PPDS FK UHT merupakan respons akademik terhadap kebutuhan bangsa.
“Pemerintah menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan dokter spesialis, dan hadir dengan pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, pelayanan, dan inovasi klinis, Keunggulan hiperbarik terintegrasi dalam berbagai bidang, menjadi kekuatan unik kami,” ucapnya.
Benny menambahkan UHT tidak hanya mencetak spesialis, tetapi membangun ekosistem keilmuan yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk kegawatdaruratan maritim dan penyakit-penyakit dengan kompleksitas tinggi. [ren.wwn]


