Oleh:
Choirul Anam Djabar
Ketua DPW Jam’iyah Tilawatil Qur’an Provinsi Jatim
Bulan suci Ramadan merupakan bulan kesembilan pada penanggalan Hijriyah. Bulan Ramadan juga menjadi bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim dan banyak yang menyebutnya sebagai bulan seribu bulan. Paling tidak ada tujuh kemuliaan Bulan Ramadan.
Pertama, bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bulan Ramadan merupakan bulan di mana kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya: “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Kedua, amal salih yang berlipat ganda: Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
“Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Ketiga, bulan penuh keberkahan. Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Seperti hadits: “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).
Keempat, Ramadan Bulan Pengampunan Dosa. Pada bulan Ramadan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Sesuai Hadist Shahih: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari). “Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim).
Kelima, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup. Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadan dibuka bagi umat Islam. Hal ini sesuai dalam Hadist: “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)
Keenam, bulan yang mendidik untuk mencapai ketakwaan. Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar menuju taqwa. Sesuai Firman Allah Ta’ala yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)
Ketujuh, terdapat malam lailatul qadar. Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadan merupakan waktu-waktu yang di antaranya terdapat malam Lailatul Qadar. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3). [*]


