Washington, Bhirawa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (1/3) sore waktu setempat, menyebut operasi tempur AS akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh.
“Operasi militer berlanjut dengan kekuatan penuh dan akan terus dilakukan hingga semua tujuan kami tercapai. Kami memiliki tujuan-tujuan yang sangat kuat,” ujar Trump dalam sebuah pesan video berdurasi enam menit di Truth Social, tanpa menjelaskan apa saja tujuan-tujuan tersebut, seperti dilaporkan Xinhua.
Namun, dia juga memprediksi akan ada banyak korban dari pihak AS akibat operasi tersebut.
“Sayangnya, kemungkinan besar akan ada lebih banyak (korban) sebelum operasi ini berakhir,” tutur Trump mengenai potensi bertambahnya korban dari pihak AS. Dia menambahkan bahwa “seperti itulah kenyataannya.”
Trump kembali menyerukan kepada para anggota Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran untuk “meletakkan senjata mereka” demi mendapatkan “kekebalan penuh”.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan kepada ABC News, juga pada Minggu, bahwa tidak ada pemimpin negara mana pun yang berhak melarang Iran untuk menanggapi serangan udara masif AS-Israel yang sedang dilancarkan terhadap Iran.
Araghci mengatakan negaranya memiliki hak penuh untuk membela diri, dan pasukan Iran “cukup mampu untuk membela negara kami”.
AS dan Israel memulai serangan udara berskala besar terhadap Iran pada Sabtu (28/2) pagi, yang memicu Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Sebelumnya pada Minggu, Trump menyebutkan kepada Fox News bahwa 48 pejabat tinggi Iran tewas dalam serangan AS-Israel atas Iran.
Pihak Iran pada Minggu mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel sehari sebelumnya. [ant.kt]


