24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Transparansi Baznas Dongkrak Pengumpulan ZIS di Kabupaten Kediri

Kab Kediri, Bhirawa
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri. Menurutnya, transparansi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas.

Hal itu terbukti dari capaian pengumpulan ZIS tahun 2025 yang mencapai Rp7,6 Miliar atau melampaui 66 persen dari target yang ditetapkan Baznas Jawa Timur sebesar Rp4,6 Miliar. “Ini sangat luar biasa kenaikannya. Keterbukaan ini sangat penting karena muzaki menjadi tahu bahwa apa yang mereka sampaikan benar-benar tersalurkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito usai menerima laporan Pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Kamis (8/1).

Mas Dhito menambahkan, tren peningkatan pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri terus terjadi dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, pada 2024 dari target Rp4,5 Miliar, Baznas mampu mengumpulkan Rp7,4 Miliar.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan sinyal positif. Ia optimistis, selain keterbukaan laporan, kedisiplinan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melakukan penyetoran akan semakin meningkatkan perolehan ZIS, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM Iffatul Lathoif menyampaikan bahwa dana ZIS yang dihimpun disalurkan untuk berbagai program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Di antaranya pemberian paket sembako dan biaya hidup dhuafa, makanan bergizi, serta beasiswa bagi santri dan siswa.

Berita Terkait :  Lebih dari 280 Ribu Pergerakan Penumpang, Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru

“Kami memiliki program binaan satu keluarga satu sarjana. Saat ini total penerima ada 82 orang dan insyaallah akan kami tingkatkan menjadi 100,” ungkap Gus Thoif, sapaan HM Iffatul Lathoif.

Selain itu, ZIS juga digunakan untuk bantuan biaya hidup rutin bagi fakir dan lansia, bantuan marbot, santunan yatim piatu, bedah rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan mualaf, sarana prasarana pendidikan serta masjid dan musala, biaya transport berobat rutin, hingga bantuan alat bantu jalan.

Gus Thoif menambahkan, pengelolaan ZIS Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah menjalani audit oleh auditor Kementerian Agama. Hasil audit tersebut menunjukkan pengelolaan yang baik. “Untuk Jawa Timur, salah satu yang siap diaudit adalah Kabupaten Kediri. Alhamdulillah, hasilnya secara umum baik,” pungkasnya.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru