Pendampingan digitalisasi pencatatan stok dan keuangan Toko Kelontong DHE JUU oleh mahasiswa KKN Untag Surabaya.
Mojokerto, Bhirawa.
Upaya transformasi pengelolaan usaha mikro di wilayah pedesaan mulai terlihat di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Toko kelontong di desa tersebut mulai beradaptasi dengan pengelolaan usaha berbasis digital.
Salah satu toko yang melakukan perubahan tersebut adalah Toko Kelontong DHE JUU, yang kini beralih dari pencatatan manual menuju sistem pencatatan stok dan keuangan berbasis web. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketertiban administrasi usaha sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan digital.
Peralihan ke sistem digital ini dilakukan berkat pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Mojokembang. Mahasiswa subkelompok 2 R10 KKN Reguler 2025/2026 dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Mays Amelia, SH., MH memperkenalkan sistem pencatatan berbasis web yang dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh pelaku usaha skala kecil.
Anggota subkelompok 2 R10 KKN Reguler 2025/2026 Salwa Toha menjelaskan, program pendampingan diawali dengan observasi dan wawancara langsung dengan pemilik toko untuk memahami kebiasaan pengelolaan usaha yang selama ini dilakukan.
Setelah itu, lanjut Salwa mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pencatatan usaha yang tertib sebagai dasar pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan agar pemilik usaha memahami manfaat pencatatan, tidak hanya sebagai kewajiban administrasi, tetapi juga sebagai alat bantu pengambilan keputusan usaha.
Pendampingan dilakukan secara bertahap, dilanjutkan dengan pelatihan langsung penggunaan sistem web. Pemilik toko diajarkan cara memasukkan data barang, mencatat transaksi penjualan dan pengeluaran harian, serta membaca laporan stok dan keuangan sederhana yang dihasilkan oleh sistem. Pendampingan dilakukan langsung di lokasi usaha agar pemilik toko dapat mempraktikkan penggunaan sistem sesuai dengan aktivitas usaha sehari-hari.
Pemilik Toko Kelontong DHE JUU, Bu Dhe Juu, menyampaikan bahwa penggunaan sistem pencatatan berbasis web memberikan perubahan nyata dalam pengelolaan tokonya.
“Kalau dulu saya cuma pakai catatan di buku dan sering lupa. Sekarang stok barang dan uang masuk-keluar bisa langsung kelihatan, jadi lebih rapi dan tidak bingung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem tersebut memudahkan dalam mengecek persediaan barang tanpa harus menghitung ulang secara manual. Menurutnya, meskipun pada awalnya belum terbiasa menggunakan teknologi, aplikasi yang diperkenalkan cukup mudah dipahami dan membantu mengetahui kondisi keuangan toko secara berkala.
Berdasarkan hasil pendampingan dan wawancara evaluatif, pemilik toko menilai bahwa pencatatan digital mampu mengurangi kesalahan pencatatan dan membuat pengelolaan usaha terasa lebih terkontrol. Dengan adanya data yang tercatat secara rapi, pemilik toko dapat mengetahui barang yang cepat habis, mengatur waktu pembelian ulang, serta memperkirakan kebutuhan modal usaha dengan lebih baik.
Perangkat Desa Mojokembang turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurut pihak desa, digitalisasi UMKM merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kegiatan pendampingan seperti ini sangat membantu pelaku usaha kecil di desa. Dengan pencatatan yang lebih rapi, usaha warga bisa berkembang dan dikelola lebih profesional,” ujar salah satu perangkat desa Mojokembang.
Penerapan sistem pencatatan berbasis web ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengelolaan usaha, tetapi juga pada perubahan pola pikir pelaku usaha. Pemilik toko mulai melihat usahanya sebagai kegiatan bisnis yang perlu dikelola secara lebih profesional, bukan sekadar aktivitas jual beli harian. Data yang tercatat menjadi dasar untuk mengevaluasi usaha dan merencanakan pengembangan ke depan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap pengalaman digitalisasi Toko Kelontong DHE JUU dapat menjadi contoh bagi UMKM lain di Desa Mojokembang untuk mulai beralih dari pencatatan manual menuju sistem pengelolaan usaha yang lebih tertib, efisien, dan berbasis data. Langkah kecil ini menunjukkan bahwa transformasi digital UMKM desa dapat dimulai dari hal sederhana dan sesuai kebutuhan, sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (why)

