Pemprov, Bhirawa
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto resmi membuka Pelatihan Upgrading Kompetensi Konstruksi Baja Ringan bagi instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) se-Jatim di UPT BLK Mojokerto, Rabu (11/2).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan instruktur dalam merespons perkembangan teknologi konstruksi modern, khususnya penggunaan baja ringan yang kini semakin dominan menggantikan material kayu.
Dalam sambutannya Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menegaskan bahwa dunia konstruksi telah mengalami perubahan besar. Menurutnya, baja ringan kini menjadi material utama karena lebih efisien, kuat, ringan, tahan lama, serta ramah lingkungan.
“Tren konstruksi modern sudah beralih ke baja ringan. Material ini bukan lagi alternatif, tetapi solusi utama untuk rangka atap, rangka dinding, hingga bangunan bertingkat. Karena itu, BLK harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, minat masyarakat terhadap pelatihan konstruksi berbasis kayu terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu terjadi hampir di seluruh BLK yang memiliki jurusan konstruksi.
“Penurunan minat ini menjadi sinyal bahwa kita harus segera mengembangkan program pelatihan baru yang relevan. Salah satunya melalui pelatihan konstruksi baja ringan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan program tersebut, Disnakertrans Jatim menggandeng dunia usaha dan asosiasi profesi, yakni PT Kencana Maju Bersama serta Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI). Kerja sama ini bertujuan memastikan materi pelatihan sesuai kebutuhan industri sekaligus meningkatkan standar kompetensi instruktur.
“Saya berharap kemitraan ini terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para tukang dan aplikator baja ringan di lapangan,” kata Sigit.
Ia juga mendorong UPT BLK Mojokerto menjadi pusat rujukan pelatihan konstruksi baja ringan di Jawa Timur. Apalagi sejumlah pabrik baja ringan nasional berada di wilayah Mojokerto.
“Karena holding pabrik baja ringan ada di Mojokerto, BLK Mojokerto sangat potensial menjadi pusat pengembangan pelatihan konstruksi baja ringan di Jatim,” tambahnya.
Kepala UPT BLK Mojokerto, Devi Puspita Sari, dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari instruktur konstruksi, instruktur non-konstruksi, pegawai BLK, pelaku usaha, dan tukang. Sebanyak 12 peserta merupakan instruktur konstruksi dari delapan BLK di Jawa Timur, yaitu BLK Mojokerto, Surabaya, Tulungagung, Nganjuk, Tuban, Singosari, Jember, dan Madiun. Mereka akan mengikuti sertifikasi kompetensi teknis setelah pelatihan.
“Pelatihan berlangsung selama dua hari, 11-12 Februari 2026. Hari pertama diikuti seluruh peserta, sedangkan hari kedua khusus untuk 12 instruktur yang akan menjalani pendalaman materi dan persiapan sertifikasi,” jelas Devi.
Ia menambahkan, pelatihan menghadirkan instruktur profesional dari HAPI-PT Kencana Maju Bersama, yakni Bambang Ronny, yang berpengalaman di bidang konstruksi baja ringan dan sertifikasi profesi.
Materi pelatihan mencakup pengetahuan produk baja ringan, teknik pemasangan, standar keselamatan kerja, hingga praktik langsung pembuatan konstruksi baja ringan.
Khusus bagi instruktur, materi pelatihan mengacu pada standar nasional SKKNI, sehingga lulusan pelatihan siap mengembangkan program konstruksi baja ringan di masing-masing BLK. Peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti kaos pelatihan, sarung tangan, konsumsi, alat pelindung diri, serta sertifikat pelatihan.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Disnakertrans Jatim dengan HAPI-PT Kencana Maju Bersama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk dukungan CSR meliputi pelatihan gratis pada hari pertama serta bantuan material baja ringan untuk pembangunan fasilitas parkir karyawan BLK Mojokerto.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi instruktur, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat melalui pelatihan konstruksi baja ringan di BLK,” pungkas Devi.
Dengan pelatihan ini, Disnakertrans Jatim menargetkan BLK mampu melahirkan aplikator baja ringan profesional yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan industri konstruksi modern. [rac.gat]

