Pemprov Jatim, Bhirawa
Di tengah penerapan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim tetap aktif menjalankan tugas penanganan darurat di lapangan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelam di Sungai Tunjung, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama Basarnas, BPBD Kabupaten Bangkalan, serta relawan melakukan pencarian terhadap dua korban, yakni Siti Ruqqiyah (35) dan Muhammad Ibrahim (8). Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Tunjung hingga Sungai Bancaran menggunakan perahu karet dan peralatan SAR lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan, keterlibatan BPBD dalam operasi ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kebencanaan yang harus tetap berjalan tanpa terpengaruh kebijakan kerja fleksibel. “BPBD tetap siaga dan memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat, termasuk dalam operasi SAR seperti di Bangkalan ini,” jelasnya.
Selain operasi SAR, BPBD Jatim juga tetap menjalankan fungsi koordinasi dan kelembagaan. Pada hari yang sama, Gatot Soebroto bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno turut mendampingi kunjungan kerja Komisi A dan Komisi E DPRD DKI Jakarta di Kantor DPRD Jatim.
Kunjungan tersebut membahas pendalaman terkait fungsi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) serta sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanggulangan bencana.[fir.ca]


