25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Tiga Mahasiswa PENS Surabaya Ukir Prestasi di Worldskills ASEAN 2025


Surabaya, Bhirawa
Tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) merai juara pada ajang The 14th Worldskills ASEAN (WSA) Competition 2025.

Kompetisi yang berlangsung di Filipina, Manila yang di ikuti 10 negara dan mempertadingkan 32 bidang keterampilan, tiga mahasiswa tersebut ialah M. Henry Akmal (Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika), Reno Surya Permana (Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika) dan Ro’Uf Aufa Rifqi (Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri).

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PENS, Kholid Fathoni, S.Kom, MT., mengukpakan rasa bangganya terhadap capaian mahasiswanya di ajang internasional. “Kebanggaan bagi PENS, menjadi bagian proses teman-teman mahasiswa, meskipun trainingnya tidak dilaksanakan di kampus, tetapi membuktikan kualitas mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi, PENS mendukung Tim Indonesia melalui kompetisi internasional bergengsi, dan membawa pulang 3 medali,” jelasnya, Senin (8/9).

Lanjut Kholid menyampikan bahwa PENS siap jadi kampus tujuan alumni SMK, SMA, MA yang memiliki prestasi maupun yang belum, melalui berbagai seleksi tentunya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang merai prestasi di Manila menceritakan pengalamannya saat mengikuti seleksi hingga lolos menjadi peserta, dimana Ro’Uf Aufa Rifqi mengukapkan bahwa saya dan Reno Surya Permana kebetulan berasal dari SMK yang sama, SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo, telah mengikuti berbagai tahap seleksi, sejak duduk di bangku kelas XI SMK.

“Berawal saya dan rekannya berhasil lolos seleksi daerah dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi mewakili Jawa Timur pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional yang diselenggarakan di Lampung 2024 yang lalu, kemudian mendapat kesempatan bergabung pembekalan, serta melaju ke tingkat ASEAN,” tutur Ro’Uf.

Berita Terkait :  Lantik 130 Dewan Hakim MTQ XXXI Provinsi Jawa Timur, Kakanwil Ingatkan Kejujuran dalam Penilaian

Lanjut Ro’Uf menceritakan beberapa seleksi dan kompetisi yang harus kami ikuti selepas LKS Nasional, termasuk seleksi akhir dari Kementerian Tenaga Kerja, sebelum kemudian mengikuti pembekalan di PT. FESTO.

“Kompetisi WSA bidang Mekatronika tingkat ASEAN tim Indonesia berjuang menyelesaikan berbagai soal melawan peserta dari 5 negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Cambodia dan tuan rumah Filipina, berhasil membawa pulang 2 Bronze Medal,” ucapnya.

Selain itu M. Henry Akmal menuturkan bertanding pada kategori Collaborative Robot, dimana termasuk bidang baru yang dilombakan tahun ini, dengan soal berbasis robotika yang diselaraskan ke industri.

“Karena bidang lombanya baru, jadi perlu persiapan yang matang, saya terpilih untuk mengikuti pelatihan pada Training Center PT. Alpha Karya Mechatronics, Tangerang, ini berlangsung sejak 11 April hingga akhir Agustus sebelum dan akhirnya kami berangkat bersama ke Manila,” ujarnya.

Henry menabahkan bahwa banya pengalaman berkesan yang diperoleh seperti mengetahui ketiga lawannya, dari Brunai, Malaysia, dan Filipina ternyata memiliki kelengkapan robot latih yang dilengkapi dengan bahasa pemrograman yang sama dengan yang akan dilombakan, dia dan rekannya selama ini mempelajari bahasa pemrograman dari merk produk berbeda, yaitu Schneider.

“Kami benar-benar terdiam dan seketika berpikir keras agar dapat menyelesaikan berbagai soal saat mengetahui semua tim lawan telah berlatih dengan bahasa pemrograman yang sama, terutama peserta Malaysia terlihat benar-benar siap, sukur kami dinyatakan sebagai pemenang dengan poin tertinggi, sehingga meraih Gold Medal pada bidang Collaborative Robot,” imbuh Henry. [ren.wwn]

Berita Terkait :  Pantai Wedi Awu Malang Selatan Jadi Venue Cabor Selancar di Porprov IX Jatim 2025

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru