25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Terima Ketua Parlemen Korsel, Ketua DPR RI Sampaikan Penghargaan PMI Sugianto

Ketua Majelis Nasional Republik Korea Woo Won-Shik dan Ketua DPR RI Puan Maharani ketika bertandang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2025).

DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Woo Won-Shik, Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung sejumlah hal. Berterima kasih atas penghargaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sugianto, dari Pemerintah Korea Selatan.

Adapun Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik menyempatkan diri bertandang ke Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2025).

Tampak Puan didampingi Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia, serta sejumlah anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR seperti Gilang Dhielafararez, Stevano Rizki Adranacus, dan Pinka Hapsari.

Selain membahas isu kerja sama ekonomi dan geopolitik, Puan turut menyinggung mengenai popularitas budaya Korea di Indonesia yang menurutnya semakin merekatkan hubungan kedua negara dan mendukung upaya-upaya formal yang dilakukan oleh eksekutif dan legislatif. Hal ini terkait dengan kerjasama sosial budaya RI-Korsel.

“Melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional,” kata Puan.

Puan pun berbicara soal kesamaan nilai sosial Indonesia dan Korea, seperti semangat gotong royong di Indonesia yang sama dengan sangbusangjo di Korea.

Berita Terkait :  Hari Antikorupsi se-Dunia 2025, Kejati Jatim Sita Rp47,2 Miliar dari Perkara Dugaan Korupsi PT DABN

“Semangat kerja bersama ‘gotong royong’ di Indonesia dan ‘sangbusangjo’ di Korea merupakan fondasi penting bagi eratnya hubungan antar masyarakat dan kolaborasi lintas komunitas,” tambahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Puan juga menyampaikan apresiasi kepada Korea Selatan yang memberikan penghargaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Sugianto (31). PMI asal Indramayu itu bekerja sebagai nelayan di negeri ginseng tersebut.

Sugianto mendapat penghargaan dari Pemerintah Korsel atas aksi heroiknya menyelamatkan para lanjut usia (lansia) dari kebakaran hutan yang mengancam permukiman penduduk di Desa Uiseong, Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.

Warga setempat memuji aksi Sugianto yang berlari bolak balik untuk mengevakuasi lansia saat kebakaran hutan terus mendekati permukiman. Ia disebut sebagai ‘pahlawan tersembunyi’ di tengah krisis kebakaran hutan hebat di Korsel.

Penghargaan untuk Sugianto diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul pada Jumat (2/1) lalu. Presiden Lee Jae-myung juga memberikan Visa F-2 untuk Sugianto. Visa F-2 merupakan visa residensi jangka panjang untuk orang warga negara asing yang ingin menetap di Korea Selatan.

Pemerintah Korea Selatan memberikan izin tinggal untuk periode yang lebih lama dari visa pekerja, dan membuka jalan untuk status penduduk tetap (F-5) untuk Sugianto.

“Yang Mulia, izinkan saya juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Korea kepada Bapak Sugianto, seorang Warga Negara Indonesia atas aksi kemanusiaannya membantu warga lanjut usia yang terdampak musibah kebakaran hutan di Korea Selatan,” ungkap Puan.

Berita Terkait :  34 Tahun SMAPAN Melangkah Pasti, Bersama Meraih Prestasi

Tindakan tersebut mencerminkan kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat Indonesia dan diapresiasi oleh masyarakat Korea.

Menanggapi itu, Ketua Parlemen Korsel Woo Won-Shik menyatakan terharu dan hormat atas aksi kepahlawanan Sugianto.

Selain itu, Puan berbicara soal kerjasama di bidang pendidikan RI-Korsel yang menurutnya perlu terus didorong. Khususnya dalam hal penguatan beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai pilar utama hubungan jangka panjang.

“Kami juga memandang penguatan program bahasa, baik Bahasa Indonesia di Korea maupun Bahasa Korea di Indonesia, sebagai sarana melahirkan duta budaya dan memperluas pemahaman lintas generasi,” tutur Puan.

Sejalan dengan kerjasama budaya yang lebih melibatkan aktor non-negara, Puan juga mendorong peningkatan program kepemudaan, jejaring kreatif, dan kolaborasi lintas komunitas untukmemperkuat fondasi hubungan kedua negara.

“Kami meyakini bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif semakin relevan bagi hubungan antar masyarakat kedua negara. Saya yakin kampanye pariwisata bersama dan peningkatan konektivitas akan sangat bermanfaat dalam hal ini,” ungkapnya.

Usai bilateral meeting, Puan lalu mengajak Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik beserta rombongan untuk menikmati jamuan makan siang. Setelah itu, Woo Won-Shik juga diajak melakukan tour building di Gedung DPR.

Puan menjelaskan bahwa Gedung Kura-Kura yang menjadi tempat pertemuan dibangun pada tahun 1960-an sebagai bagian dari penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO). “Gedung ini sebuah gagasan strategis Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, yang kebetulan juga adalah kakek saya,” jelas Puan.

Berita Terkait :  Kunjungan Menteri LHK di Arboretum Sumber Brantas: Perum Jasa Tirta I Tegaskan Komitmen Pelestarian Hulu DAS Brantas

Puan menerangkan, sejak awal Gedung Kura-Kura DPR dirancang sebagai simbol aspirasi negara-negara berkembang untuk memiliki suara dan peran yang setara dalam tatanan global. “Hingga hari ini, semangat tersebut tetap kami jaga dalam pelaksanaan fungsi parlemen dan diplomasi Indonesia,” tambahnya.

Di akhir pertemuan, Puan mengapresiasi Ketua Parlemen Korea Selatan atas kunjungannya ke Gedung DPR. “Terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke DPR RI, dan atas dialog yang hangat dan produktif pada hari ini. Gamsahabnida!” pungkas Puan. (ira.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru