25 C
Sidoarjo
Saturday, March 21, 2026
spot_img

Telkom University Surabaya Kembangkan Alat Uji Daya Tahan Lampu LED


Surabaya, Bhirawa
Tim peneliti Telkom University Surabaya yang tergabung dalam Center of Excellence (CoE) kembangkan inovasi alat untuk mengukur daya tahan lampu LED dengan metode perlakuan spektrum gelombang. Inovasi ini diharapkan dapat membantu industri elektronik mengetahui masa pakai lampu secara lebih akurat.

Tim CoE Telkom University Surabaya, Dwi Hariyanto menjelaskan bahwa alat tersebut bekerja dengan memberikan perlakuan gelombang tertentu pada lampu LED, kemudian membandingkannya dengan kondisi lampu tanpa perlakuan.

“Jadi salah satu inovasi di kampus Surabaya ini terkait dengan mengukur daya tahan lampu dengan perlakuan speed spectrum. Kita menggunakan perlakuan gelombang sinus maupun gelombang tertentu lalu dibandingkan dengan lampu tanpa perlakuan,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, perlakuan tersebut dapat diibaratkan seperti saklar yang sering dinyalakan dan dimatikan sehingga mempengaruhi masa pakai lampu. “Kalau kita ibaratkan seperti saklar yang sering dinyalakan dan dimatikan, tentu masa pakai lampu akan semakin pendek. Dari situ kita bisa mengetahui bagaimana pengaruh perlakuan tersebut terhadap daya tahan lampu LED,” katanya.

Selain itu, penelitian juga mengukur tingkat interferensi gelombang yang terjadi pada lampu. Interferensi ini dapat dianalogikan seperti suara dengung yang muncul ketika mikrofon didekatkan dengan ponsel.

“Ibarat kita menggunakan mikrofon lalu didekatkan dengan handphone, akan muncul bunyi dengung karena ada interferensi. Nah, alat ini dirancang untuk mengetahui seberapa besar interferensi yang terjadi pada lampu LED sehingga kita bisa memperkirakan masa pakainya,” jelasnya.

Berita Terkait :  Respon Laporan Warga di Medsos, Polres Situbondo Sigap Tertibkan Peredaran Miras

Menurut Dwi, inovasi tersebut berpotensi diterapkan di berbagai industri elektronik, khususnya produsen lampu LED seperti Panasonic maupun Philips. Penelitian ini didanai melalui hibah BIMA dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dengan durasi riset selama dua tahun.

Pada tahun pertama tim telah berhasil membuat prototipe alat, sementara tahun kedua difokuskan pada pengembangan perangkat modul yang lebih lengkap.

Direktur Telkom University Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., mengatakan pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh industri.

“Penelitian ini sudah berjalan sekitar satu tahun dan data yang diperoleh sudah cukup banyak. Saat ini kami terus melakukan pengujian dan perbaikan untuk tahap pembuatan modul perangkatnya,” ujarnya.

Dalam proses pengembangannya, tim peneliti juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk institusi pendidikan di luar daerah. “Beberapa inventor juga bekerja sama dengan dosen dari Politeknik Caltex Riau untuk mengembangkan produk ini lebih lanjut,” kata Yanuar.

Ke depan, perangkat tersebut diharapkan dapat menjadi alat uji yang membantu industri menentukan kualitas dan masa pakai lampu LED secara lebih presisi sebelum dipasarkan. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!