Kota Batu, Bhirawa
Tebing setinggi 15 meter yang ada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tiba- tiba longsor pada Minggu (12/4) malam. Kejadian tanah longsor ini menyebabkan beberapa rumah warga menjadi rawan ambrol. Selain itu material longsor menimpa kandang sapi milik Sugianto.
”Namun kita sudah memastikan tidak ada korban jiwa pada musibah alam ini,” ujar Suwoko, Kalaksa BPBD Kota Batu, Senin (13/4). Namun akibat tanah longsor ini juga menyebabkan beberapa rumah warga menjadi rawan ambrol.
Diketahui, musibah ini bermula dari terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu. Hal ini menyebabkan kondisi tanah khususnya di sekita tempat kejadian bencana menjadi jenuh dan labil. Dampak dari kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya longsor pada tebing di sekitar lokasi kejadian.
Tanah yang mengalami longsoran memiliki dimensi cukup besar. Yakni, memiliki ketinggian 15 meter, panjang 7 meter, dan lebar 4 meter. Material longsor berupa tanah menimpa kandang sapi milik Sugianto sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah.
”Setelah mendapatkan laporan adanya kejadian tanah longsor ini, kita langsung melakukan kaji cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembersihan material longsor,” jelas Suwoko.
Saat ini Pusdalops BPBD Kota Batu melaksanakan kegiatan pemantauan dan monitoring potensi bencana alam di 3 Kecamatan yang ada di Kota Batu. Hal ini dilakukan melalui perangkat radio komunikasi Repeater VHF, internet, SMS, WA dan Call Center. Selain itu mereka juga menerapkan sistem piket Standby Force Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana 24 jam.
Sebelumnya, hujan intensitas tinggi juga telah menyebabkan banjir di Desa Tulungrejo dan Desa Punten pada 30 Maret lalu. Dalam kajian yang telah dilakukan banjir ini dipicu oleh alih fungsi lahan di kawasan tersebut.
Tercatat keberadaan hutan seluas 109,18 hektar telah menjadi pertanian holtikultura semusim. Hal ini menyebabkan terjadinya sedimentasi akibat erosi tanah sehingga membuat air banjir yang terjadi bercampur dengan lumpur.
Lahan alih fungsi yang kondisinya miring menjadi faktor utama pendangkalan sungai yang mengancam keselamatan masyarakat dan infrastruktur. Untuk itu pemkot mengajak adanya transformasi pola tanam yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini Pemkot Batu berupaya memfasilitasi penanaman kembali di kawasan resapan air. Namun bibit yang ditanam beralih ke tanaman tegak yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Fungsi konservasi lahan kembali pulih karena akar tanaman tegak mampu mengikat tanah dan mencegah erosi di masa mendatang. [nas.fen]



Untuk Mengatasi Lupa Pin (BRimo) hubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp di (0856_7888_082). Atau Anda bisa pilih menu lupa [Username atau Password] pada halaman login BRimo.
Untuk Mengatasi Lupa Pin (BRimo) hubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp di (0856_7888_082). Atau Anda bisa pilih menu lupa [Username atau Password] pada halaman login Aplikasi BRimo.
Untuk Mengatasi Lupa Pin (BRimo) hubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp di (0856_7888_082). Atau Anda bisa pilih menu lupa [Username atau Password] pada halaman login BRimo.