Oleh:
Muhamad Irfan, Kota Probolinggo
Layanan PT Kereta Commuter Indonesia resmi mengoperasikan Commuter Line Supas Probolinggo, Minggu (1/3) malam. Peluncuran ditandai seremoni di Stasiun Probolinggo sekitar pukul 20.30 WIB dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Probolinggo serta otoritas perkeretaapian.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin hadir bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Soewigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani, serta kepala perangkat daerah. Turut mendampingi Kepala Daerah Operasi 9 Jember PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember Hengky Prasetyo dan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Sejak malam peluncuran, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ratusan warga memanfaatkan perjalanan perdana dengan tarif Rp 6.000 untuk relasi Probolinggo-Pasuruan dan Rp 8.000 untuk relasi langsung Probolinggo-Surabaya.
Berdasarkan jadwal, kereta berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10 WIB dan 21.22 WIB. Sementara dari Stasiun Surabaya Kota menuju Probolinggo dijadwalkan pukul 01.50 WIB dan 18.10 WIB.
Wali Kota Aminuddin menyatakan, beroperasinya commuter tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat yang bekerja maupun beraktivitas di Pasuruan dan Surabaya. Selain itu, moda ini dinilai memberi alternatif transportasi dengan biaya terjangkau.
“Ini akan membantu masyarakat yang setiap hari beraktivitas ke Surabaya maupun Pasuruan dengan biaya lebih ringan,” ujarnya.
Usai peresmian, wali kota bersama jajaran perangkat daerah menjajal perjalanan hingga Pasuruan sebagai bentuk dukungan terhadap operasional awal layanan tersebut.
Operation and Commercial Director PT Kereta Commuter Indonesia Heri Siswanto menyampaikan, pada hari pertama peluncuran tiket terjual lebih dari 400 lembar. Penumpang tidak hanya berasal dari Probolinggo, tetapi juga Lumajang dan Situbondo.
Ia memastikan penambahan layanan commuter tidak mengubah jadwal kereta api reguler lainnya. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk melihat perkembangan tingkat keterisian penumpang.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan.
Menurutnya, operasional Supas Probolinggo telah melalui pemenuhan aspek teknis dan standar keselamatan yang ditetapkan.
Sejumlah penumpang mengaku terbantu dengan kehadiran layanan tersebut. Dita, warga Surabaya yang tengah menjalani magang di RSUD dr. Saleh Kota Probolinggo, menyebut ongkos perjalanan menjadi lebih hemat dibandingkan moda lain.
Pemerintah Kota Probolinggo berharap kehadiran commuter ini dapat memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah. [irf.riq.gat]


