26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Target PAD Pemkot Probolinggo Naik 25 Persen, RKPD 2027 Diminta Lebih Terukur

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo mulai mematangkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui forum paparan yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Senin (2/3). Agenda ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 4 Maret 2026 dan menjadi tahapan penting dalam menyelaraskan program prioritas dengan indikator kinerja utama (IKU) daerah.

Pada hari pertama, dua perangkat daerah memaparkan rencana kerjanya, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. Paparan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran pimpinan perangkat daerah.

Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin menegaskan, perencanaan tahun 2027 tidak boleh sekadar administratif, melainkan harus benar-benar menjawab persoalan riil masyarakat.

”Nanti masih perlu pendalaman. Kita ingin nanti betul-betul program-program kita ke depan itu berupa program yang problem solving ya. Jadi bagaimana kita memecahkan masalah-masalah yang ada di kota ini sehingga nanti tahun demi tahun indikator-indikator kerja utama ini makin meningkat,” ujarnya.

Menurut Aminuddin, indikator kinerja utama harus menjadi pijakan utama dalam penyusunan program. Beberapa indikator strategis yang menjadi perhatian di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta Angka Harapan Hidup.

”Tidak hanya fisik saja. Semua mengacu kepada indikator kerja utama,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, wali kota mencontohkan kebutuhan penambahan enam puskesmas pembantu di sejumlah kelurahan. Namun, penambahan fasilitas tersebut juga harus diiringi kesiapan tenaga kesehatan dan sarana pendukung.

Berita Terkait :  HUT Ke-80 RI, RW 02 Dusun Grobogan Jombang Bikin Joged Jadul Era 80-an untuk Nostalgia

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah menyampaikan fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi akademik maupun penguatan karakter, tanpa meninggalkan pelestarian budaya lokal.

”Fokus kami adalah bagaimana kualitas SDM Kota Probolinggo semakin meningkat, baik dari sisi akademik maupun karakter, tanpa meninggalkan akar budaya lokal,” ujarnya.

Siti juga mengakui masih adanya tantangan kekurangan tenaga pendidik serta kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan mendatang.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo menambahkan, forum paparan tersebut juga menjadi bagian dari penyusunan arah kebijakan fiskal 2027. Perencanaan anggaran, kata dia, harus mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat dan pokok-pokok pikiran DPRD, selaras dengan tema pembangunan 2027.

”Kita berupaya mensinergikan antara aspirasi masyarakat, masukan legislatif, dan prioritas pembangunan daerah. Tema 2027 diarahkan pada penguatan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi sebagai daya ungkit kesejahteraan,” ujarnya.

Rey juga menyinggung tantangan fiskal, termasuk target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan naik 25 persen. Di sisi lain, pemerintah tetap harus memenuhi belanja wajib, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.

”Kami mempunyai target peningkatan PAD yang progresif. Tapi di sisi lain ada mandatory spending seperti pendidikan dan kesehatan yang harus dipenuhi. Jadi perlu perencanaan yang cermat agar semuanya tetap selaras,” \tandasnya. [Irf.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!