30 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Tampilkan Tari Cemeti Yakso, Delisa Sukses Juara 1 Kategori Individu Simfoni Raga di Titik Balik

Penampilan kelompok tari Cemeti Yakso pada pagelaran uji kompetensi “Simfoni Raga di Titik Balik” kolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Sendratasik UNESA. 

Surabaya, Bhirawa

Lestarikan seni budaya tari tradisi dan kreasi, sanggar Army Dance Production (ADP) gelar uji kompetensi untuk anak-anak didik, pada Minggu pekan lalu (18/1). Uji kompetensi ini digelar di Graha Sawunggaling UNESA dengan tajuk “Simfoni Raga di Titik Balik”. Delisa, salah satu peserta, berhasil meraih juara 1 kategori individu melalui tari Cemeti Yakso yang dibawakannya. 

Keluwesan dan keterampilannya menghafal setiap gerak tari sukses membuktikan kegigihannya dalam berlatih yang sudah dilakukannya selama satu bulan lamanya. Dilengkapi dengan riasan wajah yang menonjol khas “yakso” (raksasa), Delisa bersama tim kelompoknya berhasil memukau setiap mata penonton dan memikat hati dewan juri.

“Kalau perasaannya itu benar-benar happy, ga sabar banget, soalnya nampilin tari ini tuh baru pertama kali,” ujarnya saat ditemui sebelum naik ke atas panggung.

Berkolaborasi dengan program studi Pendidikan Sendratasik UNESA, pagelaran uji kompetensi ini dibuka dengan penampilan seni keroncong oleh mahasiswa Sendratasik dan ditutup oleh penampilan tari Reog oleh UKM Reyog Laskar Sawunggaling UNESA. 

Sejumlah 206 peserta terbagi ke dalam 25 kelompok saling unjuk bakat menari di hadapan para juri. Menampilkan beragam tari tradisi khas Jawa seperti tari lundoyo, tari rupo kembyang, tari geger bumi wengker, tari turonggo yakso, tari jejer gandrung gurit mangir, tari remo, tari reog kendang, tari cemeti yakso, tari ning gesit, tari bajidor kahot, hingga tari kreasi Nusantara seperti tari baris belibis seta, tari baris klinting, tari kelinci, tari sapi, tari panorama, tari milu sarju, dan tari garuda Nusantara.

Berita Terkait :  Sukses Gaet Konsumen, Transaksi SGE 2024 Tembus Rp3,5 Miliar

Founder sanggar ADP, Mamik Sudarsih menyampaikan bahwa ajang kompetisi ini digelar tidak hanya untuk sekadar menumbuhkan persaingan prestasi antaranak didiknya saja, melainkan juga untuk menumbuhkan rasa cinta akan kesenian pada generasi sanggar ADP.

“Bunda selalu berkeinginan mencetak, melestari generasi tradisi. Tidak hanya sekadar berprestasi tapi memperkenalkan anak-anak untuk selalu cinta kesenian,” ungkapnya.

Rangkaian acara “Simfoni Raga di Titik Balik” diakhiri dengan pengumuman juara yang terbagi dalam kategori kelompok dan individu. Sebanyak 32 piala diberikan kepada seluruh pemenang berdasarkan penilaian juri yang mutlak. mg6.wwn

penulis : Syadinda Rizki Barunawati

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!