Sidoarjo, Bhirawa
Sektor industri kimia dan farmasi menempati urutan pertama jenis-jenis investasi yang masuk ke Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2025 lalu.
Pada tahun 2025 itu, realisasi investasi PMDN/PMA yang masuk ke Kota Delta Sidoarjo sebesar Rp18.89 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10.8% dari tahun 2024 lalu.
“Investasi di Sidoarjo pada tahun 2025 itu terbanyak di Jatim setelah Surabaya dan Gresik,” komentar Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo SSTP MAP, Minggu ( 12/4) akhir pekan lalu.
Disampaikan mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo ini, setiap tahun jenis sektor investasi yang terbanyak di Kabupaten Sidoarjo berubah-rubah.
Kalau tahun 2025 lalu, investasi terbanyak pada sektor industri kimia dan farmasi, tetapi pada tahun 2024 lalu adalah dari sektor transportasi , gudang dan telekomunikasi. Sedangkan pada tahun 2023 lalu, sektor perumahan industri dan kantor, merupakan investasi terbesar.
“Setiap waktu kita mempromosikan peluang investasi yang bisa ditanamkan di Sidoarjo,” kata mantan Camat Sedati itu.
Tetapi menurut Ridho, kadang ada jenis sektor investasi yang tidak perlu dipromosikan. Seperti sektor industri pengolahan. Karena para investor sudah tahu lebih dulu, dari para investor yang telah berkembang di Sidoarjo.
Pada tahun 2026 ini, Dinas Penanaman Modal Sidoarjo, atas masukan dari Bappeda Sidoarjo akan mempromosikan sektor Pariwisata. Bappeda Sidoarjo sudah melakukan kajiannya. Diantaranya, seperti di area Kecamatan Sedati dan Jabon.
“Terserah investor, akan dimanfaatkan untuk apa. Tergantung ide mereka,” kata Ridho.
Dirinya memberi gambaran, saat ini di Kecamatan Jabon sedang berkembang wisata alam. Daya tarik utama adalah susur sungai, hutan bakau, pemancingan dan perahu.
Disana menurut Ridho bisa dikembangkan investasi kuliner. Yang akan berguna untuk memenuhi kebutuhan kuliner para pengunjung ke tempat itu. Atau dibangun sarana home stay.
“Tetapi terserah investor dipakai apa saja. Mereka punya pandangan sendiri-sendiri,” komentarnya.
Sekretaris Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, Drs Abu Dardak, membenarkan potensi alam perikanan di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Jabon perlu ditawarkan kepada investor.
Abu Dardak membenarkan karena dirinya pernah menjabat sebagai Camat Sedati dan Camat Jabon, sehingga tahu persis potensial sektor wisata alam di dua wilayah kecamatan tersebut.
Di wilayah Kecamatan Jabon sudah muncul potensi wisata Teloncor yang perlu dikembangkan. Kemudian, di Kecamatan Sedati, menurutnya juga potensi. sebab potensi wisata alam disana dekat dengan Bandara Juanda yang note bene banyak didatangi orang. Selama ini potensi wisata alam disana kurang dilirik oleh para investor.
“Pengembangan potensi wisata di dua wilayah ini, selain dengan investor juga harus dengan Provinsi Jawa Timur. Kalau Kabupaten Sidoarjo sendiri, tidak akan mampu,” ujarnya. (kus.hel)


