32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Sukseskan Program Genting, DP3APPKB Situbondo Gelar Gebyar Mini Loka Karya Stunting

Situbondo, Bhirawa.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan gebyar mini loka karya stunting 2025 bersama lintas sektor secara zoom meeting, di ruang kerja Sekretaris DP3APPKB, Rabu (24/9). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris DP3APPKB Ida Martiyana yang dihadiri Kabid Dalduk pada DP3APPKB Danik Sumartini dan diikuti 4 kecamatan, Puskesmas dan Penyuluh KB.

Sekretaris DP3APPKB Kabupaten Situbondo, melalui Kabid Dalduk Danik Sumartini menjelaskan, DP3APPKB Situbondo menyelenggarakan gebyar minlok stunting 2025. “Ya, ini kebetulan di bulan September bertepatan dengan momen pekan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh atasi Stunting),” aku Danik.

Masih kata Danik, kegiatan minlok ini di pilih berdasarkan SK lokus stunting di Kabupaten Situbondo tahun 2025, yakni yang terpilih di Kecamatan Sumbermalang, Banyuglugur, Bungatan dan Jangkar. “Ya itu untuk mengikuti gebyar mini loka karya stunting. Sedangkan di kecamatan lainnya tetap dilaksanakan minlok stunting karena diselenggarakan setiap bulan. Dalam kegiatan minlok tersebut salah satunya membahas upaya penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo,” tambah Danik.

Danik memastikan, dari masing-masing 4 kecamatan tersebut saat minlok berlangsung memberikan sambutan. Lalu kepala Puskesmas dari masing-masing kecamatan juga memberikan pemaparan. “Adapun pemaparan yang disampaikan diantaranya tentang upaya penurunan prevalensi stunting dan pendampingan yang dilakukan oleh TPK terhadap keluarga resiko stunting (KRS),” ulasnya.

Berita Terkait :  Bapemperda DPRD Jombang Godok 2 Raperda Inisiatif, Ajak Diskusi Semua Kalangan

Tak hanya itu, tutur Danik, selanjutnya melakukan pemaparan dari penyuluh KB terkait berbagai kegiatan dalam upaya penurunan stunting di masing-masing kecamatan. Kegiatan mini loka karya ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan peran pemerintah daerah dan komitmen lintas sektor di kecamatan.

“Itu diadakan dalam rangka untuk meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, meningkatkan pemahaman tentang stunting dan mencari penyebab kasus stunting yang ditemukan, pemantauan serta evaluasi pelaksanaan dan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting,” papar Danik.

Berikutnya, tambah Danik, dari hasil minlok ini tindak lanjutnya adalah, DP3APPKB Situbondo memberikan surat edaran kepada seluruh OPD dan stakeholder di Situbondo untuk diwajibkan menjadi orang tua asuh (OTA), sehingga bersama-sama bisa membantu KRS ataupun penurunan stunting melalui dana gotong-royong yang diberikan oleh orang tua asuh.

“Kebetulan saat ini di Kabupaten Situbondo itu sudah ada yang siap menjadi OTA, yaitu seperti RS Mitra Sehat yang siap memberikan dukungan makanan nutrisi selama satu tahun kepada keluarga resiko stunting,” pungkas mantan Kasi di Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Anak pada DP3APPKB Kabupaten Situbondo itu.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!