30 C
Sidoarjo
Sunday, March 1, 2026
spot_img

Stop Eskalasi AS-Iran, Dunia di Ujung Tanduk

Situasi di Timur Tengah kembali membara dan kali ini rasanya jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya. Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke jantung pertahanan Iran pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 ini, benar-benar menempatkan dunia di ujung tanduk. Berita terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan tersebut menandai babak baru yang mengerikan dalam konflik berkepanjangan ini.

Sebagai warga dunia, saya merasa ketakutan sekaligus geram. Keputusan Washington untuk melakukan tindakan militer preemptive-atau yang sering disebut sebagai “operasi ganti rezim”-telah melampaui batas diplomasi. Trump tampaknya kembali menggunakan strategi militer yang tidak terukur. Apakah dunia sudah lupa dampaknya terhadap stabilitas global?

Konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah selalu membawa konsekuensi yang berat bagi kemanusiaan. Penggunaan kekuatan militer sebagai solusi utama seringkali justru menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus. Sejarah telah mengajarkan bahwa stabilitas global tidak bisa dibangun di atas puing-puing kehancuran.

Sebagai masyarakat internasional, ada kekhawatiran mendalam mengenai potensi eskalasi yang lebih luas. Tindakan militer yang tidak terukur berisiko merusak tatanan diplomasi yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun. Dampak dari ketegangan ini tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang berkonflik secara langsung, tetapi juga oleh seluruh dunia.

Dampak ekonomi global sangat nyata. Ketidakpastian di jalur perdagangan utama dan fluktuasi harga energi dapat memicu inflasi yang membebani masyarakat luas, termasuk di Indonesia. Krisis energi dan gangguan rantai pasok adalah ancaman nyata yang bisa memperlambat pemulihan ekonomi dunia.

Berita Terkait :  Diapresiasi Kadishub Nyono, Bank Jatim Dukung Layanan QRIS Trans Jatim

Dunia sangat membutuhkan kepemimpinan yang mengutamakan dialog daripada konfrontasi. PBB dan komunitas internasional harus lebih aktif dalam mendorong de-eskalasi dan membawa semua pihak kembali ke meja perundingan. Menghentikan pertumpahan darah dan mencegah meluasnya konflik adalah tanggung jawab moral kita bersama demi masa depan generasi mendatang.

Hormat saya,
Amir Mahmud
Warga Peduli Perdamaian Tinggal di Trawas Kab Mojokerto

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!