Kota Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Tidak tanggung-tanggung, cadangan pangan yang tersimpan di Gudang Bulog diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan
Selain penguatan stok fisik di gudang-gudang logistik, pemerintah daerah juga mengandalkan strategi digitalisasi transaksi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi daerah.
Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Gedung Gradhika, Selasa (10/3), Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menegaskan menjaga stabilitas harga bukan sekadar urusan teknis ekonomi, melainkan upaya memastikan ketenangan warga dalam menjalankan ibadah.
”Pemerintah daerah harus hadir memastikan pasokan pangan tersedia dan distribusi berjalan lancar. Ini momentum penting agar masyarakat tidak terbebani oleh fluktuasi harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya Adi Wibowo.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan inflasi di Kota Pasuruan pada dua bulan pertama tahun 2026 dipicu oleh sejumlah komoditas hortikultura dan protein hewani. Cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta daging ayam ras menjadi penyumbang utama andil inflasi.
Untuk merespons hal tersebut, Pemkot Pasuruan memperkuat kerangka kerja 4K. Yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi hingga komunikasi yang efektif. Langkah konkret di lapangan diwujudkan melalui operasi pasar murah dan gerakan pangan murah lintas instansi.
”Sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam penyediaan pasokan juga menjadi kunci agar tidak terjadi kelangkaan di pasar-pasar tradisional,” jelas Mas Adi.
Berdasarkan data dari Perum Bulog memberikan angin segar bagi ketahanan pangan lokal. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kompleks Pergudangan Kebonagung saat ini mencapai 10.021 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Selain beras, stok minyak goreng juga melimpah. Tercatat ada 53.776 liter Minyakita dan 7.533 liter minyak goreng premium yang siap didistribusikan. Penguatan stok juga terus dilakukan melalui pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) dan Jagung Kering Pipil (JKP) produksi dalam negeri tahun 2026.
Di sisi lain, Kota Pasuruan juga menunjukkan performa impresif dalam tata kelola keuangan daerah. Dalam pertemuan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), terungkap bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Pasuruan mencapai 99,3% pada Semester II-2025.
Capaian ini menempatkan Kota Pasuruan di peringkat kedua di Jawa Timur dalam hal digitalisasi transaksi pemerintah.
”Digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih transparan dan efisien, yang pada akhirnya turut mendukung pengendalian inflasi secara jangka panjang,” kata Mas Adi. [hil.fen]


