Foto tumpukan elpiji 3 kg disalah satu agen di Masalembu, kemarin.
Sumenep, Bhirawa.
Pasokan gas elpiji 3 kilogram subsidi di wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep mengalami kendala distribusi dalam beberapa pekan terakhir. Hambatan dipicu cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi normal.
Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan elpiji di tingkat pengecer. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya memperoleh tabung gas dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, muncul dugaan adanya pedagang yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga jual.
Salah satu pedagang LPG di Masalembu, Kadri, mengaku masih menjual elpiji dengan harga Rp28.000 per tabung. Harga tersebut sudah termasuk layanan antar ke rumah pelanggan. “Di kios saya harganya Rp28 ribu, tapi itu sudah diantar ke pelanggan,” kata Kadri, Rabu (04/02).
Meski distribusi sempat tersendat, Kadri memastikan stok di tempat usahanya masih mencukupi untuk kebutuhan pelanggan dalam waktu dekat. “Stok gas elpiji sekarang masih aman untuk satu minggu ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah pelanggan yang dilayaninya cukup banyak, sehingga penyaluran dilakukan secara merata agar semua tetap memperoleh pasokan. “Pelanggan saya hampir 200 orang, jadi saya atur supaya semuanya kebagian,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Masalembu Achmad Auzan menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait potensi pelanggaran harga jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Saya sudah komunikasikan dengan kabupaten. Jika ada agen atau penjual yang menaikkan harga melebihi HET, tentu akan ditindak sesuai aturan,” kata Achmad Auzan.
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sembari menunggu distribusi kembali normal setelah kondisi cuaca membaik. “Masyarakat tidak perlu panik, stok elpiji di Masalembu masih aman kok,” tukasnya. (sul.hel)

