Qowimuddin
Wakil Wali kota Kediri Qowimuddin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri terus mendorong langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Salah satu fokus utama adalah pengendalian harga guna menjaga daya beli masyarakat.
“Dalam Laporan Perekonomian Indonesia ini ditekankan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan ketangguhan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Komitmen ini disampaikannya dalam kegiatan daring Laporan Perekonomian Indonesia yang diikuti Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri Yayat Cadarajat, Rabu (28/1).
Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketangguhan serta kemandirian ekonomi nasional dan daerah.
Selain pengendalian harga, Pemkot Kediri juga memperkuat kemandirian sektor pertanian melalui pemberian alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menopang ketahanan ekonomi masyarakat.
“Stabilitas harga harus kita jaga agar masyarakat tidak terbebani, namun pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan,” kata Qowimuddin.
Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemkot Kediri melakukan penataan disertai pendampingan agar pelaku usaha dapat tumbuh dan berdaya saing. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan sentra UMKM di Pasar Banjaran.
“Kami berharap sentra UMKM ini menjadi penggerak ekonomi baru. Saat ini sudah ada beberapa UMKM Kota Kediri yang berhasil menembus pasar ekspor,” jelasnya.
Dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, Pemkot Kediri juga memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia, khususnya dalam pengendalian dan pemantauan arus barang yang masuk ke Kota Kediri guna menjaga inflasi tetap terkendali.
“Dengan inflasi yang terjaga, harga menjadi stabil dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPwBI Kediri Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa prospek perekonomian wilayah Kediri menunjukkan tren perbaikan. Sejumlah indikator ekonomi, seperti Survei Konsumen dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), menunjukkan peningkatan dibandingkan awal tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil survei tersebut, kami optimistis kondisi perekonomian tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2025,” ujarnya.
Meski demikian, Yayat menekankan bahwa peningkatan ekspektasi masyarakat perlu diimbangi dengan realisasi program pembangunan yang nyata dari pemerintah daerah, terutama pada momentum awal tahun.
“Ekspektasi yang meningkat harus diikuti dengan capaian di lapangan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengendalian inflasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar seluruh program tersebut memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Yayat. [van/nov.gat]

