32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Siswa SMKN 1 Sumenep Garap Pertanian Modern, Hasil Panen Upayakan Suplai MBG


Sumenep, Bhirawa
SMKN 1 Sumenep mulai mengembangkan praktik pertanian modern sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan siswa. Melalui metode budidaya yang tidak bergantung pada lahan luas, para siswa dilatih menanam sayuran sawi dan salada menggunakan media alternatif seperti vertikultur yang terbuat dari pipa PVC dan polibag.

Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, mengatakan minat generasi muda terhadap sektor pertanian saat ini cenderung menurun. Karena itu, pihak sekolah berupaya menghadirkan pendekatan baru agar bertani terlihat lebih praktis, modern, dan bisa dilakukan di berbagai tempat.

“Bertani itu bisa dilakukan di mana saja. Tidak harus punya lahan luas dan tidak selalu menggunakan tanah sebagai media tanam. Dengan metode pertanian modern ini, kami berharap siswa lebih termotivasi untuk terjun ke dunia pertanian,” kata Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, Rabu (11/02).

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang saat ini dibudidayakan siswa SMKN 1 Sumenep adalah sawi. Tanaman tersebut dipilih karena relatif mudah ditanam, masa panennya singkat, serta memiliki nilai konsumsi yang tinggi di masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran praktik, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan hasil panen.

“Kami mendorong agar siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga banyak praktik di lapangan. Dengan begitu, saat lulus mereka sudah punya pengalaman dan keterampilan nyata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, mendorong sekolah-sekolah untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran, khususnya pendidikan berbasis keterampilan.

Berita Terkait :  BMKG-BPBD Jatim Koordinasikan OMC Antisipasi Banjir Lamongan, DPU Pengairan Jatim Percepat Penanganan

Siswa SMKN 1 Sumenep perlu mendapatkan porsi praktik yang memadai agar memiliki kesiapan kerja setelah lulus. “Kalau program nasional itu kan ketahanan pangan. Makanya, kami mencoba menerapkan di sekolah-sekolah agar para siswa bisa bertani untuk mendukung program pemerintah pusat itu,” kata Rusliy.

Ia juga menilai langkah SMKN 1 Sumenep tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi lulusan SMK, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini semakin terbuka dengan dukungan teknologi. “Ke depan, hasil budidaya sayuran tersebut direncanakan dapat membantu menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program nasional. Nah, untuk saat ini hasil panen nanti kami konsumsi diinternal dulu lah,” tegasnya.

Ia berharap, semua sekolah terutama SMAN dan SMKN bisa menerapkan program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) di masing-masing sekolah. Sikap ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan tujuan membangun kemandirian pangan, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. “Mari kita bersama-sama melakukan inovasi dari tingkat sekolah dengan menerapkan program yang ada,” tukasnya. [sul.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!