30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Sinergi BPH Migas dan PGN, Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman Selama Nataru

Surabaya, Bhirawa.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kepastian tersebut diperoleh melalui kegiatan monitoring langsung ke pelanggan gas bumi dan fasilitas offtake station PGN, Jumat (26/12).

Monitoring dipimpin Kepala BPH Migas Wahyudi Anas didampingi Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo, serta General Manager PGN Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto. Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi gas bumi tetap berjalan aman dan andal, khususnya untuk sektor layanan publik dan industri strategis selama masa libur panjang.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan suplai gas bumi selama Nataru berada dalam kondisi sangat aman tanpa gangguan operasional.

“Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, kondisi penyaluran justru relatif lebih aman, kapasitas pasokan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sistem distribusi dan pengangkutan gas dinilai berjalan normal dan andal, sementara sektor kelistrikan tetap beroperasi stabil.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya, yang telah menggunakan gas bumi sejak 1998. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa selama lebih dari dua dekade pemanfaatan gas bumi, tidak pernah terjadi gangguan pasokan. Selain andal, gas bumi juga dinilai memberikan efisiensi signifikan dari sisi biaya. Konsumsi gas bumi rumah sakit tercatat memberikan efisiensi biaya sekitar 53 persen.

Berita Terkait :  Keselamatan Berkendaraan

Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, salah satu pelanggan sektor industri dengan konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan. Perusahaan tersebut tengah melakukan pengembangan kawasan dan penambahan pabrik baru, yang menunjukkan pentingnya pasokan gas bumi berkelanjutan dan berdaya saing.

Wahyudi menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini sekaligus menjadi penegasan peran seluruh pemangku kepentingan.

“Kunjungan ke sektor industri dan rumah sakit ini sekaligus menjadi bagian dari penegasan peran regulator, peran badan usaha sebagai operator pipa transmisi, serta peran badan usaha niaga dalam menjaga kontinuitas penyaluran gas bumi agar tidak terjadi gangguan,” katanya.

Dari sisi operator niaga, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana menyampaikan bahwa PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak November hingga 11 Januari.

“Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PGN telah melakukan berbagai persiapan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas),” ujarnya.

Eri menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang dijalankan Satgas, yakni memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan seluruh kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy.

“Kesiapan pasokan alternatif juga disediakan melalui beyond pipeline seperti CNG,” kata Eri.

Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa realisasi penyaluran gas selama Nataru di wilayah SOR 3 mencapai sekitar 236 – 241 BBTUD. Sebagian besar, penyaluran gas dilakukan untuk pembangkit listrik seperti di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.

Berita Terkait :  Sekda Ugas Tinjau Dampak Banjir Dringu, Bakal Lakukan Assesment Segera

Hedi memastikan kesiapan layanan gas bumi untul wilayah SOR III berjalan secara optimal, agar seluruh sektor pelanggan tetap aman dalam pemanfaatan gas bumi. Ia juga menegaskan bahwa PGN tetap menjaga keandalan suplai bagi seluruh pelanggan selama periode Nataru. [bas,riq.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru