Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-112. Di tengah situasi ekonomi yang berat perayaan tahun ini dipastikan bakal berlangsung dalam nuansa penuh kesederhanaan, namun tetap menonjolkan kekuatan identitas budaya lokal sebagai ruh utama peringatan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa meski digelar secara efisien, ada satu kado monumental bagi masyarakat di tahun ini, yakni peluncuran pakaian khas resmi Kota Malang yang telah lama dinantikan.
“Kita ingin menjadikan hari jadi Kota Malang kali ini sangat spesial bagi warga. Nanti ada peluncuran pakaian khas yang desainnya telah melalui proses kajian mendalam para budayawan dan pakar sejarah. Pakaian ini akan kita gunakan secara resmi pada seluruh rangkaian kegiatan HUT nanti,” tandas Wahyu Hidayat saat ditemui usai Halalbihalal dengan seluruh ASN di Balai Kota Malang, Rabu (25/4) kemarin.
Wahyu menjelaskan bahwa desain pakaian tersebut tidak lahir begitu saja, melainkan merangkum garis waktu (story line) kebudayaan Malang. Mulai dari pengaruh era kolonial Belanda yang kental dengan estetika klasiknya, hingga transformasi menuju identitas modern saat ini.
Selain peluncuran busana identitas, Wali Kota Wahyu juga mengarahkan agar rangkaian peringatan tahun ini lebih banyak menyentuh sektor pendidikan dan ekonomi kreatif (Ekraf).
Puncak kemeriahan rakyat rencananya akan dipusatkan di kawasan Alun-alun Kota Malang guna memastikan adanya perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Meski dikemas dengan inovasi baru, Wahyu memastikan pelaksanaan resepsi formal yang direncanakan di Gedung Cendrawasih akan tetap berjalan khidmat. Efisiensi anggaran menjadi prioritas utama tanpa mengurangi esensi penghormatan terhadap hari jadi kota.
“Prinsipnya adalah kesederhanaan. Kita hindari kegiatan yang bersifat hura-hura tidak produktif. Fokus kita adalah bagaimana identitas budaya Malang ini semakin kuat di hati masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan kolaborasi antar-sektor pembangunan,” imbuhnya.
Melalui keterlibatan aktif sektor pendidikan dalam rangkaian HUT, diharapkan generasi muda Kota Malang dapat lebih mendalami literasi sejarah kotanya, sehingga semangat Malang Kucecwara tetap terjaga dalam setiap derap pembangunan daerah. [mut.dre]


