31 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

Sentimen Terhadap Rupiah Dipengaruhi Rencana IEA Rilis Cadangan Minyak

Jakarta, Bhirawa

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan sentimen terhadap rupiah dipengaruhi pernyataan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) yang akan merilis cadangan minyak di tengah perang.

“Pernyataan tersebut hanya memberikan tekanan penurunan ringan pada harga minyak global selama sesi Asia,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.884 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.886 per dolar AS.

Mengutip Kyodo, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan melepaskan 172 juta barel minyak bumi dari cadangan darurat mereka mulai pekan depan dalam upaya menurunkan harga energi yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak yang dilakukan oleh 32 anggota IEA pada Selasa (10/3). Pengeluaran cadangan minyak strategis AS diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari.

Aksi kolektif di bawah IEA itu adalah yang pertama sejak 2022, ketika Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara – termasuk banyak negara Eropa, serta Jepang dan Korea Selatan – akan menjadi preseden yang terbesar yang pernah ada.

Sentimen lain, menurut dia, berasal dari rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Februari 2026 meningkat sebesar 0,3 persen month-on-month (mom), naik dari 0,2 persen mom sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen mom.

Berita Terkait :  Jelang Nataru, Tiket KA di Stasiun KA Jombang Ludes Terjual

Secara tahunan, ia mengatakan inflasi utama Februari 2026 tetap stabil di 2,4 persen year-on-year (yoy), sementara inflasi inti juga tidak berubah di 2,5 persen yoy.

“Meskipun demikian, investor tetap khawatir bahwa lonjakan harga minyak baru-baru ini dapat memicu inflasi pada Maret 2026, berpotensi mendorongnya di atas 3 persen dan menghambat rencana penurunan suku bunga The Fed,” kata Josua.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar di angka Rp16.825-Rp16.950 per dolar AS. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!