Situbondo, Bhirawa
Momen puncak Hari Pahlawan pada 10 November mendatang di Kota Santri Situbondo semakin meriah. Ini setelah PCNU Situbondo bakal mengadakan serangkaian acara pada Senin (10/10). Salah satu kegiatan tersebut yakni Kesatria Kuda Putih Napak Tilas Sepeda Ontel bersama PCNU Situbondo.
GM GPR (Graha Panarukan Residence) yang juga menjabat Kasi Trantib Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Fathorrahman Abdul Muni Ismail, mengatakan dirinya sangat mendukung kegiatan PCNU bertema “Kesatria Kuda Putih Napak Tilas Sepeda Ontel PCNU Situbondo” yang direncanakan dihelat Senin (10/11).
“Kami sangat mendukung penuh acara tersebut. Rangkaian acara ini sangat bersesuaian dengan ikon Kabupaten Situbondo sebagai Kota Santri yang juga punya pahlawan nasional, KHR Asad Syamsul Arifin, pengasuh kedua pondok pesantren (ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo,” ungkap Fathor, sapaan akrab Fathorrahman Abdul Muni Ismail itu.
Masih kata Fathor, sebagai bukti dirinya mendukung acara tersebut, ia tanpa dikomando ikut menyebarluaskan agenda kegiatan “Kesatria Kuda Putih Napak Tilas Sepeda Onthel PCNU Situbondo” pada Senin, 10 November 2025 di berbagai grup What Apps, media sosial dan grup grup yang lain.
“Ini agar acara tersebut berjalan meriah. Makanya kami mengajak masyarakat Situbondo penghobi sepeda onthel segera mendaftar. Tak hanya itu, pecinta sepeda onthel dari luar Situbondo juga diperbolehkan mendaftar dan meramaikan peringatan Hari Pahlawan 2025. Saya sangat optimis kegiatan ini bakal menyedot banyak peserta,” tutur mantan Kasi pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Situbondo itu.
Adapun rute kegiatan tersebut, ujar Fathor, start jam 07.00 wib berkumpul di monumen patung Garuda alun alun Situbondo, lalu menuju ponpes Nurus Sholeh Tanjung Pecinan. Peserta juga diarahkan berbelok ke Tanjung Pasir, Desa Pokaan. Selanjutnya, rombongan menuju Desa Gebangan dan Desa Landangan serta berlanjut ke masjid Mizabul Yakin Arjasa. “Terakhir peserta akan berhenti di parkir religi pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo,” pungkas Fathor. awi.wwn

