Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama ketika melakukan kunjungan kerja di Dapilnya, kemarin.
Gresik, Bhirawa.
Keterbukaan politisi perempuan Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI, tentang masa lalu yang penuh keterbatasan menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Dengan tenang menepis anggapan miring, yang menyebut kisah tersebut sebagai hoaks.
Tanpa ragu dalam satu fase kehidupannya. Pernah berada pada kondisi finansial paling rendah, bahkan dengan saldo rekening yang benar-benar nol.
Pengakuan bukan sekadar cerita personal, melainkan potret perjalanan hidup yang sarat makna. Di balik penampilan yang kini identik dengan kepercayaan diri dan kesuksesan, tersimpan fase perjuangan panjang yang tidak banyak diketahui orang. Telah menggambarkan masa-masa sulit, sebagai titik balik yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
Keterbatasan ekonomi kala itu memaksanya untuk hidup lebih disiplin, menahan keinginan, serta memprioritaskan kebutuhan paling mendasar. Pengalaman berada di posisi tanpa kepastian finansial justru mengajarkannya arti kerja keras, empati, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat kecil. Dari situlah muncul tekad kuat untuk tidak hanya bangkit secara pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi banyak orang melalui jalur politik
“Fase itu bukan sesuatu yang memalukan, justru di situlah saya belajar memahami arti bertahan dan memperjuangkan harapan.
Keberaniannya membuka pengalaman hidup, menjadi pesan moral yang kuat terutama bagi generasi muda yang kerap merasa tertinggal dalam persaingan.”ujar
Dr. Lia Istifhama sapaan akrabnya Ning Lia.
Keterbukaan pernah di titik nol, menunjukkan keberhasilan bukanlah sesuatu yang instan. Dan tidak selalu berangkat dari kenyamanan, bahwa standar kesuksesan sering ditampilkan di ruang publik kerap membuat banyak orang merasa gagal sebelum berjuang. Padahal, setiap individu memiliki ritme dan prosesnya masing-masing.
“Pengalaman hidup dari titik nol, telah membuat lebih peka terhadap kebijakan yang menyentuh sektor ekonomi masyarakat. Perspektif itu, yang kemudian menjadi salah satu fondasi dalam langkah-langkah politiknya.”ungkapnya.
Dengan posisi sekarang menjadi anggota DPD RI, telah menunjukan kisah tidak hanya menjadi cerita personal. Tetapi telah menjelma menjadi sumber inspirasi luas, banyak pihak menilai keberaniannya mengungkap masa sulit. Sebagai bentuk ketulusan, yang jarang ditampilkan oleh figur publik.
Sekarang di tengah citra glamor, dalam kesuksesan yang kerap melekat pada dunia politik. Menghadirkan sisi manusiawi yang lebih dekat, dengan realitas yang selalu konsisten terus selalu dekat masyarakat. Dibuktikan perjalanan hidup yang penuh keterbatasan, bukanlah hambatan untuk meraih posisi penting. Melainkan bahan bakar untuk melangkah lebih jauh, untuk menjadi yang baik.
“Pengalaman saldo nol, yang alami kini justru menjadi simbol kekuatan. Kondisi tanpa kepastian, mampu berdiri di panggung politik dengan membawa harapan baru bagi banyak orang.”tuturnya dengan bahasa yang lembut bermana bagia semuanya. (kim.hel)


