25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Sektor Pertanian Menguat, Daya Beli Petani Jawa Timur Naik


Pemprov, Bhirawa
Prestasi Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras terbesar nasional ternyata berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jatim merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim mengalami kenaikan signifikan di akhir tahun 2025.

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 118,96 atau mengalami kenaikan 3,95 persen dibandingkan November 2025 yang berada di angka 114,44. Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan daya beli petani di perdesaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Zulkipli, M.Si menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

“Pada Desember 2025, It naik sebesar 4,99 persen, sementara Ib hanya meningkat 1,00 persen. Kondisi ini mencerminkan perbaikan terms of trade petani,” ujar Zulkipli saat menyampakan Berita Resmi Statistik.

Dari lima subsektor pertanian, tiga subsektor mengalami kenaikan NTP, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang melonjak 32,88 persen, dari 134,28 menjadi 178,43. Kenaikan ini didorong melonjaknya harga sayur-sayuran, terutama cabai rawit, bawang merah, dan wortel.

Prestasi Jawa Timur mengembangkan sektor pertanian telah mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden RI Parbowo Subianto. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 saat gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Halaman Kantor Kec. Cilebar, Kab. Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) lalu.

Berita Terkait :  Gelar Razia di Dumpil, Truk ODOL Dihentikan Satlantas Polres Madiun

Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang Tahun 2025.

Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan.

“Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.

“Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.

Sementara , BPS Jatim juga menyebut selain hortikultura, subsektor perikanan juga mencatat kenaikan NTP sebesar 2,10 persen, diikuti subsektor peternakan yang naik 1,11 persen. Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan terdalam sebesar 3,14 persen, disusul subsektor tanaman pangan yang turun 0,50 persen.

BPS mencatat, sepuluh komoditas utama yang memberi andil terbesar terhadap kenaikan It antara lain cabai rawit, bawang merah, gabah, telur ayam ras, ayam ras pedaging, jagung, tomat, hingga kol/kubis. Sebaliknya, komoditas seperti tebu, buncis, jeruk, dan apel menjadi penyumbang penurunan indeks.

Sementara dari sisi pengeluaran, kenaikan Ib dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 1,57 persen, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,50 persen.

Berita Terkait :  Gelar Jumat Curhat, Polres Situbondo Ajak Warga Jaga Kedamaian Pilkada 2024

Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Timur pada Desember 2025 juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,92 persen, menjadi 125,34. Kenaikan NTUP tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang mencapai 33,65 persen

Dari perbandingan antarprovinsi di Pulau Jawa, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi pada Desember 2025, melampaui DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

“Capaian ini menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani Jawa Timur, meski tetap perlu diantisipasi fluktuasi harga komoditas strategis ke depan,” pungkas Zulkipli. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru