Pasuruan, Bhirawa
Pembangunan kompleks pendidikan terpadu Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan terus dikebut demi mengejar target operasional pada Agustus 2026. Meski demikian, hingga akhir Februari 2026, progres fisik proyek strategis senilai Rp 213 miliar tersebut baru menyentuh angka 3,5 persen. Hal itu akibat kendala cuaca dan terbatasnya aksesibilitas lahan.
Proyek yang berlokasi di Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Berdiri di atas lahan yang luas, Sekolah Rakyat dirancang menjadi kawasan pendidikan komprehensif yang mencakup jenjang SD hingga SMA, lengkap dengan fasilitas asrama siswa dan guru, gedung serbaguna, hingga fasilitas olahraga dan green house.
Humas Proyek SR Kota Pasuruan, Aldrin Santoso menyampaikan pekerjaan saat ini masih tertahan pada fase prakonstruksi dan fondasi. “Progres pengurukan lahan belum mencapai 100 persen. Faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini sangat memengaruhi mobilitas alat berat dan pematangan lahan,” ujar Aldrin Santoso, Minggu (1/3).
Menurut Aldrin, meski progres kumulatif baru 3,5 persen, pihaknya optimis akan terjadi percepatan signifikan begitu tahap pengurukan tuntas.
Sesuai kontrak, seluruh lingkup pekerjaan mulai dari persiapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pembangunan fisik 30 gedung, hingga penyediaan furnitur ditargetkan rampung dalam lima bulan ke depan.
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menaruh perhatian serius terhadap proyek pusat tersebut. Dalam peninjauan di lapangan (monitoring), Mas Adi sapaan akrabnya menyatakan bahwa pengurukan lahan baru mencapai kisaran 40 persen dari total luasan yang direncanakan.
“Kami mencatat adanya kendala akses yang cukup terbatas menuju lokasi. Hal ini menjadi hambatan utama dalam percepatan mobilisasi material,” kata Mas Adi.
Mas Adi pun menginstruksikan pihak kontraktor untuk meningkatkan intensitas koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Langkah itu dinilai krusial agar hambatan logistik di lapangan dapat segera terurai tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
“Sekolah Rakyat di Purworejo ini merupakan program prioritas. Target kami, pada tahun ajaran baru mendatang, bangunan ini sudah bisa digunakan dan mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat,” imbuh Mas Adi.
Diketahui, Sekolah Rakyat Kota Pasuruan diproyeksikan menjadi model sekolah terpadu dengan fasilitas yang sangat lengkap. Rencananya, kompleks itu akan memiliki 30 bangunan utama yang terdiri dari fasilitas akademik mulai Gedung SD hingga SMA.
Lalu, ada fasilitas gunian yang terdiri dari asrama khusus siswa-siswi dan asrama guru. Kemudian, ada fasilitas penunjang, misalnya fedung serbaguna, musala, dapur umum hingga kolam. Termasuk juga ada area terbuka, seperti lapangan sepak bola, lapangan basket,l dan area hijau (green house).
Tentu saja, Pemkot Pasuruan berharap kehadiran SR tidak hanya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayah tersebut, namun juga menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Purworejo melalui aktivitas pendidikan yang terpusat. [hil.wwn]


