Gelar Simfoni Alquran Para Siswa Kompak Lantunan Ayat Suci Mengetuk Pintu Langit
Surabaya, Bhirawa
Turunnya Alquran yang diperingati sebagai setiap tanggal 17 Ramadan, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya memperingatinya dengan menggelar Hikmah Nuzulul Quran 1447 H pada Hari Jumat (6/3) lalu, bertempat di halaman sekolah hingga di depan ruang kelas, para siswa kelas I hingga kelas VI duduk rapi bergantian melantunkan ayat-ayat Suci Alquran secara kompak dan suasana syahdu.
Guru Ismuba (Agama Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab), Ustadz Mujib SAg memberikan komando, agar para siswa kelas I membaca Surat Al-maun, kelas II membaca Surat Al-qoriah, kelas III membaca Al-Qadar, kelas IV membaca Surat Asy-Syams, kelas V membaca Surat Al- A’la dan kelas IV membaca Surat Al-Buruj. Saat Ayat Suci Alquran dikumandangkan tidak suara lain selain suara bacaan Alquran menjadi sebuah ‘melodi penggetar jiwa’, kemudian secara bersamaan seluruh siswa membaca Doa Qatam Alquran.
Ketika siswa kelas I mendapat membaca Alquran, para siswa kelas II hingga kelas VI menundukan kepalanya sambil menyimak bacaan Alquran para siswa kelas I, begitu seterusnya. Suasana ini sangat syahdu dan membuat hati semua yang mendengarkan bacaan Ayat -ayat Suci Alquran menjadikan hatinya menjadi tenang, damai dan penuh rahmat. Sebab secara spiritual dan psikologis lantunan ayat suci memberikan efek penenang jiwa yang mendalam, bahkan bagi mereka yang tidak memahami Bahasa Alquran.
Menurut Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ustadzah Ely Rhodlifah MPd, konsep ‘Simfoni’ ini dipilih untuk menunjukkan kebersamaan dalam berinteraksi dengan Kitab Suci Alquran.
“Simfoni Alquran maksudnya anak-anak kami ajak membaca bersama-sama secara bersahutan dari kelas I sampai kelas VI. Jadi, ini bukan hanya untuk anak-anak tertentu yang pandai mengaji, tapi kolaborasi semua tingkatan kelas, dari kelas I hingga kelas VI tanpa terkecuali,” ujar Ely dengan raut bangga.
Ustadzah Ely menjelaskan, di bawah bimbingan Ustaz Mujib sebagai penanggung jawab guru mengaji sekaligus guru Ismuba, anak-anak dipandu membaca dengan teknik tasin yang benar. Bagi Sekolah Kreatif, Alquran adalah napas harian. Sebelum masuk kelas, para siswa sudah terbiasa dengan Program Ngaji Morning dan saat pembukaan pelajaran, mereka selalu diajak menghafal bersama.
“Kegiatan ini juga merupakan puncak dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran. Target utama sekolah bukan hanya kemeriahan seremonial, melainkan aplikasi nyata dalam karakter siswa. Tujuannya agar para siswa lebih memahami makna turunnya Alquran. Bukan sekadar diperingati, tapi ada hikmah di baliknya. Kami ingin mereka menjadi generasi Qurani yang Rabbani dan cinta Alquran,” jelasnya.
Sebelum Simfoni Alquran digelar, berbagai perlombaan telah memantik semangat siswa, mulai dari Tahfidz Quran, lomba Dai Cilik (Dacil), hingga Cerdas Cermat. Serangkaian kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi mempraktikkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih rajin bertadarus dan memperbaiki ibadah. Sehingga menjadi orang yang bertaqwa. [fen.wwn]


