26.2 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Sekolah di Sidoarjo Dimotivasi Menjadi Sekolah Adiwiyata Tahun 2026


Sidoarjo, Bhirawa
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo terus memotivasi dan memberi kesempatan kepada sekolah di Kabupaten Sidoarjo, mulai SD hingga SMP, untuk bisa menjadi sekolah Adiwiyata kabupaten di tahun 2026.

Tri Wijayanti ST, staf dari Dinas LHK Kabupaten Sidoarjo, dalam sosialisasi sekolah Adiwiyata tahun 2026, Selasa (20/1) kemarin, mengatakan sampai saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki 12 sekolah Adiwiyata tingkat nasional dan 4 sekolah Adiwiyata mandiri.

“Sekolah Adiwiyata ini bukan lomba, tetapi program, bagaimana sekolah itu ramah lingkungan, baik air , udara, dan tanah,” kata Tri, saat ditemui dalam sosialisasi Sekolah Adiwiyata yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Sidoarjo, Fave Hotel Sidoarjo.

Sekolah di Kabupaten Sidoarjo yang berminat ikut dalam program sekolah Adiwiyata, nanti akan dipantau baik dari sisi kecukupan dokumen dan dipantau secara langsung di lapangan.

Tim penilai program sekolah Adiwiyata ini, berasal dari Petugas DLHK, Dikbud dan Kemenag Sidoarjo.

Narasumber dari Dikbud Kabupaten Sidoarjo, sekaligus tim penilai sekolah Adiwiyata Sidoarjo, Imron, dalam kesempatan itu menyatakan untuk bisa menjadi sekolah Adiwiyata, semua warga sekolah harus kompak dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Mulai Kepala sekolah, guru, siswa, warga sekitar sekolah dan para orang tua siswa juga mendukung.

“Di sekolah harus rutin ada bersih-bersih sekolah, supaya menjadi kebiasaan,” katanya kepada para guru, peserta calon sekolah Adiwiyata tahun 2026 .

Berita Terkait :  Fraksi PDIP Soroti Ketimpangan Anggaran Stunting di Jatim

M. Lutfi Andriyansyah, salah satu Narasumber, dari SD IT Elhaq Desa Banjarsari Kecamatan Buduran, yang dihadirkan mengajak warga sekolah pantang menyerah agar bisa menjadi sekolah Adiwiyata.

Menurutnya saat ini kondisi lingkungan di Kabupaten Sidoarjo banyak terpapar micro plastik. Di udara, air dan tanah terpapar polusi. Warga di sekolah Adiwiyata harus peduli dengan lingkungan nya.

Sekolah Adiwiyata menurutnya harus bisa menjadi garda terdepan memberi teladan kepada sekolah lain dan masyarakat, agar ramah lingkungan. “Dengan mengurangi sampah, semoga Kabupaten Sidoarjo tidak sampai terjadi bencana alam,” kata M.Lutfi, yang sekolah nya pada tahun 2025 lalu telah menjadi sekolah Adiwiyata mandiri itu.

“Sekolah kami tahun 2026 ini berminat menjadi sekolah Adiwiyata, sudah sejak lama ingin, namun belum tahun prosesnya,” kata Sifa, kepala sekolah Anak Sholeh yang ada di Kecamatan Sukodono, disela-sela acara sosialisasi tersebut.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amiq, yang hadir dalam sosialisasi tersebut sangat mendukung program sekolah Adiwiyata. Karena, dampaknya adalah akan bisa menjaga indek kualitas lingkungan hidup yang baik di Kabupaten Sidoarjo. Mulai dari udara, air, tanah dan penghijauan.

“Sidoarjo semakin lama semakin padat. Penduduk dan industri. Polusi, pencemaran , tidak bisa dielakkan. Kita harus peduli dengan lingkungan kita sendiri. Salah satunya menjadi sekolah Adiwiyata,” komentarnya. [kus.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru