27 C
Sidoarjo
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Sekolah Daring Batal, DPRD Jatim: Tatap Muka Lebih Efektif

DPRD Jatim, Bhirawa

Pembatalan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring mulai April 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk legislatif Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, menilai keputusan tersebut sebagai langkah tepat untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter siswa.

Menurut Rasiyo, pembelajaran tatap muka tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga berperan penting dalam membangun kedisiplinan, etika, serta kemampuan sosial siswa yang sulit tergantikan oleh sistem daring.

“Tatap muka itu bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga proses pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, hingga interaksi sosial hanya bisa optimal jika siswa hadir langsung di sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (26/3).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim ini juga menekankan bahwa pengalaman selama pandemi menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan. Banyak siswa mengalami penurunan motivasi belajar, keterbatasan akses teknologi, hingga kesenjangan kualitas pembelajaran antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Lebih lanjut, Rasiyo mendorong momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah dan sekolah untuk tidak sekadar kembali ke pola lama, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

“Sekarang saatnya bukan hanya kembali tatap muka, tapi juga memperbaiki kualitasnya. Guru harus didorong lebih kreatif, metode belajar harus lebih interaktif, dan fasilitas pendidikan perlu terus ditingkatkan,” kata Rasiyo yang juga mantan Sekdaprov Jatim ini.

Berita Terkait :  Wujud Tanggung Jawab Atas Dunia Penyiaran, KPID Jatim Kunjungi Ponpes Lirboyo Kediri

Rasiyo menambahkan, pemerintah tetap perlu mengambil pelajaran dari sistem daring yang pernah diterapkan. Ia menilai, digitalisasi pendidikan tetap penting sebagai pelengkap, bukan pengganti.

“Teknologi jangan ditinggalkan. Pembelajaran daring bisa tetap digunakan sebagai penunjang, misalnya untuk tugas, pengayaan materi, atau kondisi darurat. Tapi bukan sebagai metode utama,” tegas Rasiyo.

Politisi Partai Demokrat asal Dapil Surabaya ini pun mengingatkan pentingnya kesiapan sekolah dalam memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, termasuk dari sisi sarana prasarana, beban kurikulum, hingga kesehatan mental siswa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan. Jangan sampai siswa kembali tatap muka, tapi justru terbebani secara psikologis atau tidak mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal,” imbuhnya.

Dengan pembatalan kebijakan ini, Rasiyo berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua dapat bersinergi untuk memastikan kualitas pendidikan semakin meningkat.

“Ini momentum memperbaiki pendidikan kita secara menyeluruh. Jangan hanya kembali normal, tapi harus lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan alasan kenapa kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah secara daring batal dilakukan.

Mu’ti menyebut, pembelajaran di sekolah harus tetap dilaksanakan seperti biasa demi penguatan pendidikan karakter dan alasan akademik.

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian dan pernyataan pers Menko PMK pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” ujar Mu’ti, Rabu (25/3/2026).

Berita Terkait :  Likuidasi Tiga Kodim Optimalkan Pengendalian dan Pengawasan

Diketahui, wacana kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah kembali dilakukan secara daring mulai April 2026 dipastikan batal. Rencana tersebut sebelumnya sempat mencuat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang tengah dikaji pemerintah. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!