33 C
Sidoarjo
Sunday, March 1, 2026
spot_img

Sekjen Gelora: Serangan Israel-AS ke Iran Picu Perang Kawasan

Jakarta, Bhirawa

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik menilai serangan militer yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran berpotensi memicu perang kawasan di Timur Tengah.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah dan Arab Saudi.

Mahfuz dalam keterangannya di Jakarta, Minggu menilai serangan balasan itu berpotensi besar menciptakan perang kawasan, karena menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang.

Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

“Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” kata dia.

Ia mengharapkan negara-negara di kawasan Teluk akan berpikir ulang tentang kerja sama mewujudkan perdamaian kawasan bersama Israel.

Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak menggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Sebelumnya, Israel mengumumkan telah melakukan serangan pendahuluan pada Iran, Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan militer yang didukung AS itu menunjukkan dengan gamblang bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.

Berita Terkait :  Ketua Komite IV DPD RI: Suku Bunga BI Rate Bisa Turun

“Iran adalah negara dengan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Ketua Komisi I DPR 2010-2017 itu.

Menurut dia, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu kepada sejumlah pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

“Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu,” katanya.

Mahfuz menegaskan serangan Israel-AS terhadap Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS.

“Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tuturnya.

Ia menilai serangan tersebut akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza.

“Serangan itu dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” ujarnya.

Ia menilai serangan militer Israel-AS ke Iran, bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Trump.

Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut.

“Tidak logis memadamkan api di satu area, tapi mengobarkan api di area lainnya dalam kawasan yang sama. Hal ini hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) terhadap ide perdamaian,” katanya.

Serangan tersebut juga mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

Berita Terkait :  Khofifah - Emil Terpilih Dua Periode, Ketua PWM Sukadiono Ajak Semua Pihak Hormati Pilihan Rakyat

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” tutur Mahfuz. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru