Oleh:
Nur Cholis, Kab Sampang
Tumpah ruwah masyarakat Sampang, padati jalan nasional di Kabupaten Sampang, Kota. Festival tahunan setelah lembaran ini mereka antosias menyaksikan Festival Dauldugdug sangat luar biasa. Terbukti, puluhan ribu masyarakat Sampang dan luar Sampang, tumplek blek disepanjang jalan yang dilintasi peserta Dauldugdug, Sabtu malam (28/3/26).
Festival tahunan ini dalam rangka melestarikan budaya lokal dan hari raya Ketupat, menjadi momen yang ditunggu masyarakat Sampang dan Madura. Pemkab Sampang, mendukung kegiatan Festival Dauldugdug selama dua hari. Bahkan, Bupati Sampang langsung melepas sendiri peserta pertama Festival Dauldugdug.
Pantauan dilapang, ruas jalan nasional di Kabupaten Sampang, macet total. Roda dua dan empat berjalan merayap seperti semut. Bahkan, jalan gang kecil ikut macet, karena pengendara roda dua beralih melewati gang kecil.
“Luar biasa mas, penonton membludak. Sehingga, jalan jalan di dalam kota Sampang macet total. Bahkan, jalan gang ikutan macet. Karena pengendara roda dua beralih melewati jalan gang kecil,” ungkap H. Wahyu salah satu warga yang ikut menyaksikan.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa menyaksikan Festival Dauldudug, dengan memadati setiap jalan yang dilintasi peserta Dauldugdug,” imbuhnya.
Dikatakan, hiburan dan tontonan gratis ini menjadi agenda tahunan masyarakat Sampang, saat hari raya Ketupat. Masyarakat sudah paham dan ketika Festival Daulcombodug digelar ada yang membawa tikar plastik untuk menyaksikan dipinggir jalan yang dilintasi Festival Daulcombodug bersama keluarga.
“Pemkab Sampang berhasil menyajikan hiburan dan tontonan gratis pada masyarakat, dengan melaksanakan Festival Daulcombodug, setiap tahun saat hari raya Ketupat. Juga, menjaga dan melestarikan musik tradisional yang menjadi budaya lokal,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, Festival Daulcombodug dilaksanakan selama 2 malam. Malam pertama Jumat malam (27/3), dilaksanakan Daulcombo dan Sabtu malam (28/3), dilaksanakan Dauldugdug, yang sangat ditunggu masyarakat Sampang dan luar Sampang, karena alat musiknya lengkap dan alunan musiknya lebih rancak serta keras. [lis.gat]


