Situbondo, Bhirawa
Kehadiran personel Satpolairud Polres Situbondo di Pelabuhan Jangkar memberikan kesan mendalam bagi ratusan santri yang hendak pulang kampung. Bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, para petugas kepolisian ini turun langsung membantu membawakan barang bawaan dan perbekalan para santri yang akan menyeberang ke Kepulauan Madura.
Ratusan santri asal pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini dijadwalkan pulang ke daerah asal mereka di Pulau Sapudi dan Pulau Kangean menggunakan kapal laut. Karena perjalanan laut membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 4 hingga 6 jam. “Para santri biasanya membawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup banyak dalam tas-tas besar,” tutur AKP Gede Sukarmadiyasa.
Melihat jarak dari pintu masuk pelabuhan menuju pintu masuk kapal (ramdor) yang lumayan jauh, imbuh AKP Gede Sukarmadiyasa, anggota Satpolairud Polres Situbondo dengan sigap menghampiri para santri. “Mereka membantu mengangkat kardus, tas, hingga karung perbekalan milik santri yang terlihat berat,” ujar Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa.
AKP Gede menjelaskan bahwa pengamanan dan pelayanan Polri untuk Masyarakat di Pelabuhan Jangkar ini adalah untuk memastikan mudik santri menjelang Ramadan berjalan tertib dan lancar serta memastikan keselamatan para penumpang yang menyeberang ke Pulau Madura.
“Pelayanan humanis ini adalah tugas pokok kami. Sebagai Polisi Penolong, anggota wajib peka melihat warga yang kesulitan. Berjalan jauh sambil membawa beban berat tentu melelahkan bagi adik-adik santri, di sinilah Polri hadir untuk meringankan beban mereka agar perjalanan mudik ini terasa nyaman dan aman,” ujar AKP Gede, Selasa (10/2).
Kata AKP Gede, kepedulian para petugas ini mendapat apresiasi langsung dari para santri dan orang tua. Rasa lelah mereka tampak terobati dengan bantuan yang diberikan oleh para polisi membawa barang keatas kapal.
Salah seorang penumpang, Suyanto, yang juga wali santri mengungkapkan rasa senangnya atas bantuan tersebut. Ia mengaku terharu melihat polisi yang tidak segan-segan memanggul barang bawaan milik anaknya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Barangnya memang banyak karena buat bekal di kapal dan oleh-oleh di rumah. Tadi sempat bingung bawanya karena jauh, tapi tiba-tiba Pak Polisi datang membantu mengangkut sampai ke dalam kapal. Terima kasih banyak Pak Polisi, semoga berkah,” pungkas Suyanto. [awi.wwn]

