29 C
Sidoarjo
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Satlantas Polres Tulungagung Beri Bantuan Bentor pada Korban Tabrak Lari

Kasatlantas Taufik Nabila saat menyerahkan bentor baru pada Hartoyo, korban tabrak lari di depan Pasar Ngempak, Selasa (17/2).

Tulungagung, Bhirawa.
Satlantas Polres Tulungagung, Selasa (17/2), memberi bantuan berupa becak motor (bentor) pada Hartoyo warga Kelurahan Tertek Kota Tulungagung yang menjadi korban tabrak lari dan sempat menjadi viral di media sosial baru-baru ini. Pemberian bantuan bentor tersebut untuk mengganti bentor korban yang rusak berat akibat kejadian kecelakaan yang berlokasi di depan Pasar Ngemplak itu.

“Kami memberi bantuan bentor pada korban bukan untuk mengangkut orang, tetapi sebagai kendaraan untuk angkut ikan yang menjadi pekerjaan korban di area pasar. Beliau (korban) mata pencahariannya sebagai pengangkut ikan dari luar pasar ke dalam Pasar Ngemplak,” ujar Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila saat menyerahkan bantuan bentor di rumah Hartoyo.

Kasatlantas Taufik Nabila, mengakui saat terjadi kejadian tabrak lari, bentor milik korban yang saat itu berada di bahu jalan depan Pasar Ngemplak untuk mengangkut ikan keadaannya rusak berat setelah terjadi kecelakaan. Apalagi bentor tersebut sempat terseret mobil Isuzu Panther yang menabraknya.

Saat ini, lanjut perwira pertama polisi itu, antara korban dan pelaku (pengemudi mobil Isuzu Panther) sudah berdamai. Rencananya, tindak lanjut dalam kasus ini akan dilakukan restorative justice.

“Kedua belah pihak berdamai. Korban menyadari ini bukan kesengajaan. Pelaku pun sekarang masih menjalani rawat jalan setelah mengalami luka yang cukup parah akibat dikeroyok (massa) di wilayah (Kecamatan) Kras Kediri,” paparnya.

Berita Terkait :  Kementerian PU Tekankan Pentingnya Infrastruktur SDA Untuk Ketahanan Pangan Nasional

Peristiwa kecelakaan tabrak lari di depan Pasar Ngemplak ini terjadi pada Minggu (8/2) lalu sekitar pukul 01.00 wib dini hari. Pengemudi mobil Isuzu Panther berinisial MD saat menabrak korban dan bentornya panik dan langsung melarikan diri.

Aksi tabrak lari ini memicu warga sekitar mengejar mobil pelaku dan terjadilah kejar mengejar. Ketika melewati daerah Kecamatan Ngantru, pelaku kembali menabrak sepeda motor. Bahkan ia pun menabrak mobil Satlantas Polres Tulungagung yang coba menghentikan laju mobilnya. Kendaraan baru berhenti saat menabrak pom mini di wilayah Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dan kemudian terjadilah aksi pengeroyokan pada MD.

Anggota Satlantas Polres Tulungagung yang coba melindungi pelaku dari amukan massa sempat pula terkena pukulan warga. Polisi itu menderita luka di bagian kepala.

Sementara itu, Hartoyo mengaku senang setelah diberi bantuan bentor oleh Satlantas Polres Tulungagung. Terlebih, bentor bagi dirinya merupakan alat bantu untuk bekerja sebagai kuli angkut ikan di Pasar Ngemplak.

“Senang bisa kerja lagi. Kerja saya mulia pukul 24.00 WIB sampai menjelang subuh. Dan memang bentor untuk angkutan barang,” katanya.

Ia pun membeberkan jika dalam kasus tabrak lari itu dirinya sudah memaafkan dan berdamai dengan pelaku. Perdamaian dilakukan di Kantor Laka Satlantas Polres Tulungagung.

“Sudah dimediasi. Sepakat damai. Dari pihak pengemudi nyumbang ke saya seiklasnya. Uang sebesar Rp 1,5 juta. Saya ikhlas memaafkan. Semua tidak disengaja. Kan nggak ada yang mau ditabrak dan gak ada yang mau menabrak,” paparnya. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru