26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

SAHABAT ATS, Tekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Probolinggo


Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemkot Probolinggo mulai menggerakkan program Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun 2026. Program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu diluncurkan di Aula Kelurahan Jrebeng Lor, Senin (2/3), sebagai langkah konkret menekan angka anak tidak sekolah (ATS).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Bunda PAUD dr. Evariani, jajaran kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Probolinggo, hingga perwakilan wali murid dan relawan ATS.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, mengatakan program ini menjadi prioritas daerah dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, pendekatan berbasis kelurahan dipilih agar penanganan lebih terarah dan menyentuh langsung masyarakat. “Ini gerakan kolaboratif yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Basisnya kelurahan supaya pendataan dan pendampingan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Di Kelurahan Jrebeng Lor tercatat sebanyak 66 anak masuk kategori tidak sekolah. Seluruhnya akan menjalani asesmen untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah tindak lanjut, baik kembali ke sekolah formal maupun mengikuti pendidikan kesetaraan melalui program Kejar Paket A, B, dan C.

Program serupa, lanjutnya, akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kelurahan di Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, penanganan ATS menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Ia menyebut sinkronisasi lintas sektor diperlukan untuk menjalankan amanat wajib belajar 13 tahun sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah (APS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan harapan lama sekolah (HLS).

Berita Terkait :  Kampanye Anti-Bullying dan Wayang Warnai MPLS Ramah SMP PGRI 1 Buduran

“Urgensinya sangat tinggi. Anak-anak yang tidak sekolah harus kita kembalikan ke jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh data anak tidak sekolah akan diintegrasikan berbasis by name by address agar intervensi lebih tepat sasaran. Pemerintah juga menyiapkan dukungan beasiswa, termasuk hingga jenjang perguruan tinggi, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menambahkan, identifikasi penyebab anak putus sekolah menjadi kunci keberhasilan program. Faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga kondisi disabilitas akan dipetakan agar solusi yang diberikan sesuai kebutuhan. “Kita ingin ada langkah cepat dan tepat. Semua pihak harus terlibat, mulai perangkat daerah, camat, lurah, sampai masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan paket sembako dan program Sekolah Berbagi secara simbolis kepada perwakilan siswa. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo serta Kepala BPS Kota Probolinggo.

Pemkot berharap, melalui gerakan ini angka anak tidak sekolah di Kota Probolinggo dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. [irf.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!