25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Ribuan Warga Antre Pembagian Paket Sembako di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung

Ribuan warga saat antre mendapat paket sembako di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Rabu (10/9) siang.

Tulungagug, Bhirawa.
Ribuan warga memadati Klenteng TITD Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Rabu (10/9). Mereka antre pembagian paket sembako yang diberikan tempat ibadah masyarakat Tionghoa tersebut setelah dilakukan Sembahyang Ulambana.

Setidak sebanyak 3.000 paket sembako yang dibagikan. Pembagian dilakukan secara tertib, tanpa berebutan meski Sembahyang Ulambana disebut juga dengan Sembahyang Rebutan.

“Sekarang tidak diperebutkan lagi. Bahaya itu. Diberikan satu-satu. Kalau diperebutkan tidak etis sekarang ini,” ujar Ketua Pelaksana Sembahyang Ulambana Klenteng TITD TjoeTik Kiong Tulungagung, Wibitono.

Ia menyebut tidak hanya warga Tulungagung saja yang datang ke klenteng satu-satunya di Tulungagung itu. “Ada yang dari Trenggalek, Nganjuk dan Kediri. Jadi dari Tulungagung dan sekitarnya,” terangnya.

Ada pun paket sembako yang dibagikan berisi beras sebanyak 2 kilogram, gula sebanyak setengah kilogram, minyak goreng setengah liter, mie dan kopi bubuk. Selain juga buah-buahan.

Wibitono membeberkan warga datang ke Klenteng TITD Tjoe Tik Kiong Tulungagung sudah mengetahui jika ada Sembahyang Ulambana. Mereka tahu jadwal sembahyang yang kemudian disusul acara membagikan paket sembako.

Menurut pria yang juga pengurus Klenteng TITD Tjoe Tik Kiong tersebut Sembahyang Ulambana rutin dilakukan pada bulan Imlik.

“Dilakukan setiap tahun, di bulan yang istilahnya Bulan Setan,” tuturnya.

Sebelumnya, Wibitono membeberkan jika pembagian paket sembako dilakukan setelah pelaksanaan Sembahyang Pamit dan Sembahyang Arwah.

Berita Terkait :  Universitas di Korsel Tawarkan Program Kuliah Gratis untuk SMK di Jatim

“Di bulan ini oleh Yang Kuasa di nirwana atau di alam arwah akan dibuka supaya arwah dapat mengunjungi keluarganya. Selain juga menyembahyangi arwah yang sudah tidak terurus agar mereka tidak mengganggu manusia,” paparnya.

Selanjutnya Wibitono menegaskan Semabahyang Ulambana mempunyai tujuan untuk melindungi rakyat dan negara Indonesia. Utamanya dari segala bencana serta malapetaka.

Sejumlah warga yang antre dan mendapat paket sembako tampak senang. Mereka terlihat tertib ketika menerima paket sembako tersebut. Terlebih pengamanan di Klenteng TITD Tjoe Tik Kiong dilakukan oleh aparat TNI/Polri.

“Ya bersyukur dapat sembako. Bisa meringankan kebutuhan harian,” kata Karyati, perempuan paruh baya usai menerima paket sembako. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru