Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Khas Kota Pasuruan, Jumat malam (6/3), menjadi momentum sakral bagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota Pasuruan H Adi Wibowo menyelipkan pesan mendalam. Yakni, Quran bukan sekadar bacaan, melainkan kompas bagi pelayan publik.
Suasana khusyuk pun menyelimuti masjid saat malam ke-17 Ramadan tersebut. Mas Adi sapaan akrabnya yang hadir bersama Wakil Wali Kota menekankan bahwa peringatan itu tak boleh terjebak pada seremoni historis tahunan semata. Sebaliknya, Nuzulul Quran harus menjadi titik balik untuk melakukan kontemplasi atau introspeksi diri.
”Alhamdulillah, kita sudah menapaki malam ke-17 Ramadan. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi bagaimana kita menjadikan Alquran sebagai pedoman nyata, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” tandas Mas Adi dalam sambutannya.
Orang nomor satu di Kota Pasuruan itu mengingatkan bahwa nilai-nilai universal dalam Al-Qur’an adalah tuntunan hidup. Terutama bagi ASN yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan kepentingan warga. Menurutnya, pemahaman terhadap kitab suci harus selaras dengan kualitas kinerja di lapangan.
Menariknya, di tengah suasana tenang Kota Pasuruan, Mas Adi mengajak hadirin untuk sejenak menengok kondisi dunia internasional. Ia membandingkan kenyamanan beribadah di Kota Madinah (Maju, Indah, Aman dan Harmoni) dengan penderitaan umat muslim di wilayah konflik.
”Kita patut bersyukur bisa berpuasa dengan tenang dan lancar di sini. Di belahan bumi lain, seperti di Palestina atau Iran, saudara-saudara kita harus menjalankan ibadah di bawah bayang-bayang ketidakpastian,” kata Mas Adi.
Rasa syukur itulah yang menurut Mas Adi harus dikonversi menjadi energi positif. Mas Adi meminta para ASN tidak banyak mengeluh terhadap beban kerja yang ada. Sebab, di luar sana masih banyak masyarakat yang kondisinya jauh lebih sulit.
”Seluruh ASN harus banyak bersyukur. Di tengah tantangan dan beban tugas, sejatinya kita masih sangat beruntung. Wujudkan syukur itu dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kinerja pelayanan kepada masyarakat,” urai Mas Adi. [hil.fen]


