Pemkot Batu, Bhirawa.
Inovasi dibutuhkan dalam pengelolaan retribusi parkir tepi jalan Kota Batu. Hal ini dikarenakan pendapatan Kota Batu dari realisasi retribusi ini masih sangat rendah.
Di tahun 2024 lalu, pendapatan daerah dari retribusi parkir tepi jalan hanya terealisasi 18 persen dari angka yang ditagetkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu, Hendry Suseno mengatakan bahwa di tahun 2024 pendapatan Kota Batu dari retribusi parkir di tepi jalan ditargetkan sebesar Rp9,5 miliar. Namun dalam realisasinya hanya tercapai Rp1,68 miliar saja.
“Dengan capaian tersebut maka kekurangannya mencapai Rp 7,82 miliar dari target. Dengan kata lain, kekuarangan realisasi retribusi parkir di tepi jalan mencapai 82 persen,” kata Hendry, Kamis (30/1).
Rendahnya realisasi retribusi parkir tepi jalan disinyalir lantaran banyaknya kebocoran. Meski sejauh ini Dishub Kota Batu telah melakukan banyak inovasi di bidang perparkiran.
Di antara upaya yang telah dilakukan untuk mendongkrak realisasi retribusi parkir dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik Satuan Ruang Parkir (SRP).
Selain itu dishub juga menghapus keberadaan koordinator parkir, dan melakukan percepatan pengembalian dana bagi hasil untuk juru parkir.
Ternyata, upaya ini belum bisa memberikan hasil yang optimal. Karena itu di awal tahun 2025 ini dishub berencana membuat inovasi lagi. Di antaranya, pembuatan kantong parkir baru dengan menggunakan sistem baru untuk menekan adanya kebocoran retribusi.
Saat ini, dishub sudah membidik tiga lahan untuk dijadikan kantong parkir. Lahan untuk dijadikan kantong parkir baru ini di antaranya ada di Jl Kartini, area GOR Ganesha, dan di Kelurahan Sisir.
“Dan untuk mencegah adanya kebocoran retribusi parkir, nantinya di ketiga kantong parkir yang diajukan ini akan menggunakan gate system. Dengan demikian kendaraan yanf keluar masuk bisa terdata secara real time,” jelas Hendry.
Selain kantong parkir dengan gate system, upaya mendongkrak retribusi parkir juga dilakukan dengan mengajukan pembangunan tempat parkir bertingkat. Langkah ini sekaligus untuk memecah kepadatan kendaraan di kantong parkir yang sudah ada. [nas.dre]