26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

Ranwal Renja 2027, Dindik Jatim Fokus Enam Program Prioritas Penguatan Pendidikan


Pemprov, Bhirawa
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai pimpin perumusan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Jawa Timur pada tahun 2027.

Dalam forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranwal Renja) Dindik Jatim Tahun 2027 Dindik Jatim, setidaknya ada enam program pembangunan pendidikan yang menjadi fokus perhatian serius Dindik Jatim.

Seperti, Penguatan kualitas pembelajaran; Transformasi digital dan AI dalam pendidikan; Penguatan SMK berbasis industri; Penguatan sekolah unggulan dan ketarunaan; Pengembangan talenta dan prestasi siswa; serta Pemerataan akses pendidikan yang inklusif.

Aries menekankan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, perencanaan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara matang, partisipatif, serta berbasis pada kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.

“Melalui forum ini kita berharap dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih komprehensif, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (10/3).

Ia berharap program prioritas tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan Jawa Timur secara menyeluruh. Ini meliputi peningkatan mutu pembelajaran, penguatan pendidikan vokasi, hingga perluasan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Tak hanya itu, ditegaskan Aries, forum perangkat daerah ini merupakan diskusi strategis yang memiliki peran sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan pendidikan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan berbagai kebijakan pendidikan agar sejalan dengan arah pembangunan daerah maupun nasional.

Berita Terkait :  Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SD dan SMP Tahun 2026

“Forum ini adalah forum strategis yang sangat penting. Di sinilah kita melakukan sinkronisasi kebijakan pendidikan Jawa Timur dengan arah pembangunan provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan berbagai perspektif dari perangkat daerah, pemangku kepentingan pendidikan, serta para pengambil kebijakan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.

Pada forum perangkat daerah ini, pembahasan difokuskan pada tiga fungsi utama, yaitu sinkronisasi, evaluasi, dan perumusan prioritas kebijakan pendidikan tahun 2027.

Sementara itu, narasumber sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof Warsono menyebut forum ini turut memberikan berbagai masukan strategis terkait arah pembangunan pendidikan di Jawa Timur. Mulai dari penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, hingga sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Pengamat pendidikan Jawa Timur ini juga menilai bahwa kualitas pendidikan terbangun melalui sinergi yang kuat antara guru yang kompeten, termotivasi, dan sejahtera dengan siswa yang memiliki potensi, motivasi belajar, serta dukungan keluarga.

“Kebijakan pemerintah yang berpihak pada kemajuan pendidikan juga menjadi peranan penting dalam mendukung peningkatan kualitas, serta budaya sekolah yang positif sebagai fondasi pembelajaran yang berkualitas,” tegas Prof Dr. Warsono.

Melalui perencanaan yang partisipatif dan kolaboratif ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimistis dapat menghadirkan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global

Berita Terkait :  Wagub Emil Dardak Buka Suara Soal Usulan Program Senilai Rp10 Triliun ke Pemerintah Pusat

Sebagai informasi, forum ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pendidikan.

Turut hadir sebagai narasumber Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof. Dr. Warsono, M.S., serta Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kukuh Tri Sandi, serta para pemangku kepentingan pendidikan yang hadiri secara luring.

Selain itu, forum ini juga diikuti oleh perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya DP3AK, Bappeda, Disnaker, Dinas Sosial, BPKAD, sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serta para Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Jawa Timur mengikuti kegiatan secara daring.

Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Renja 2027 ini juga menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga berbagai masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan pendidikan Jawa Timur di masa mendatang. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!