30.1 C
Sidoarjo
Thursday, April 3, 2025
spot_img

Ramadan, WBP Rutan Situbondo Sukses Hasilkan Produk UMKM Kue Nastar

Situbondo, Bhirawa
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Situbondo Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jatim sukses memproduksi kue nastar. Program ini sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan pemberdayaan UMKM, Rabu (12/3).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru bagi para WBP yang menghuni Rutan Kelas IIB Situbondo sekaligus untuk memberi peluang bagi mereka untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Plt. Kepala Rutan Situbondo, Julandra Wikjatmiko, menyampaikan kue nastar yang diproduksi oleh WBP Rutan Situbondo tersebut terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan mengikuti standar kebersihan yang ketat. “Proses produksinya dilakukan dengan pengawasan penuh dari petugas. Ini untuk memastikan kue yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan layak dijual,” tutur Julandra Wikjatmiko.

Masih kata Julandra, selain menjadi sarana pembinaan bagi WBP, program ini juga bertujuan untuk menciptakan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh mereka setelah menjalani masa pidana.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pembelajaran kepada WBP untuk memiliki keterampilan wirausaha, khususnya dalam produksi makanan, yang dapat mendukung kehidupan mereka setelah nanti kembali terjun ke tengah masyarakat,” ujar Julandra.

Produk kue nastar yang dihasilkan, sambung Julandra, selain dijual kepada petugas juga dijual kepada masyarakat sekitar. Sebagian hasil penjualan tersebut, kata Julandra, disalurkan untuk mendukung operasional Rutan Situbondo dan kegiatan pembinaan lainnya. “Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang antusias dengan kualitas produk yang dihasilkan,” tutur Julandra

Berita Terkait :  Ikuti Kebijakan Menteri Imipas, Rutan Situbondo Sigap Gelar Tes Urin WBP

Selain itu, tegas dia, program produksi kue nastar ini juga menjadi contoh keberhasilan program pembinaan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. “Ya ini tidak hanya fokus pada aspek hukuman, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan WBP setelah masa pidana mereka berakhir,” kupas Julandra.

Dengan adanya inovasi dan keberlanjutan program usaha mandiri ini, harap Julandra, para WBP Rutan Situbondo dapat lebih siap untuk kembali ke masyarakat. “Tentunya saat kembali ke tengah masyarakat mereka para WBP dengan membawa keterampilan dan pengalaman yang positif,” pungkas Julandra.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru