Situbondo, Bhirawa.
Bulan suci Ramadan tak menjadi alasan bagi pihak kepolisian untuk mengendurkan pelayanan kepada warga. Sebaliknya, jajaran Satlantas Polres Situbondo justru melakukan jemput bola untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui program “SIM Keliling Ramadhan: Mudik Aman Keluarga Nyaman”.
Berlokasi di kawasan Alun-Alun Kabupaten Situbondo, pelayanan administrasi berkendara ini digelar sejak sore hari mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.Kegiatan pelayanan publik ini dipantau langsung oleh Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie bersama Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan. Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan antara lain KBO Satlantas, Kanit Regident, Kanit Kamsel, dan Kanit Patroli beserta jajaran anggota.
Hadirnya layanan SIM Keliling (Simling) dan Samsat Keliling (Samling) di pusat kota ini bertujuan mempermudah masyarakat yang ingin mengurus perpanjangan SIM maupun pajak kendaraan bermotor. Layanan ini sengaja didekatkan agar warga bisa mempersiapkan kelengkapan berkendara jauh-jauh hari sebelum jadwal mudik Lebaran tiba.
Inovasi layanan sore hari ini pun mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Herman (38), salah seorang warga yang sedang memperpanjang masa aktif SIM-nya, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran bus SIM Keliling di Alun-Alun. “Layanan sore hari begini sangat pas. Kita yang siangnya kerja atau lemas karena puasa, bisa ngurus SIM sekalian jalan-jalan ngabuburit nunggu waktu magrib. Prosesnya cepat, petugasnya juga ramah-ramah. Sangat memudahkan warga pokoknya,” ungkap Herman.
Tingginya antusiasme masyarakat pada layanan jemput bola ini rupanya di luar prediksi awal. Tercatat, jumlah warga yang mendaftar untuk memperpanjang SIM pada sore itu membludak hingga mencapai 108 pemohon. Melihat antrean tersebut, Kapolres Situbondo secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila proses pelayanan memakan waktu sedikit lebih lama dari biasanya.
“Kami memohon maaf jika masyarakat hari ini harus menunggu agak lama. Peminatnya sangat luar biasa sampai membludak 108 pemohon perpanjangan SIM. Sementara itu, Polres Situbondo saat ini hanya memiliki satu unit mobil SIM Keliling yang idealnya melayani 80 pemohon per harinya. Meski demikian, petugas kami di lapangan tetap berupaya maksimal agar semua warga bisa terlayani dengan baik,” ungkap AKBP Bayu.
Tak sekadar memberikan pelayanan surat-surat kendaraan, momen sore hari itu juga dimanfaatkan oleh kepolisian untuk berbagi berkah. Jajaran Satlantas tampak membagikan takjil dan helm kepada masyarakat dan pengendara yang sedang asyik ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa di sekitar kawasan Alun-Alun.
Sembari membagikan takjil dan melayani warga, polisi juga aktif melakukan pendekatan melalui program “Polisi Menyapa”. Dalam momen tersebut, disisipkan edukasi penting mengenai keselamatan berlalu lintas, salah satunya adalah sosialisasi penindakan tegas bagi pelaku balap liar yang kerap marak di bulan puasa.
Terkait hal ini, Kapolres Situbondo memberikan peringatan keras kepada kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan segan memberikan sanksi tegas bagi siapa saja yang nekat menggelar balap liar.
“Kami ingatkan, jangan jadikan bulan Ramadan sebagai ajang balap liar. Selain membahayakan nyawa sendiri dan orang lain, juga akan dikenakan sanksi tegas Tilang dengan denda cukup tinggi oleh pengadilan untuk memberikan efek jera seperti beberapa waktu lalu,” tegas AKBP Bayu.
Lebih lanjut, Kapolres Bayu juga memberikan edukasi dan transparansi kepada masyarakat terkait aliran dana denda tilang tersebut agar tidak memunculkan opini negatif di tengah warga. “Perlu dicatat dan dipahami oleh seluruh masyarakat, uang denda tilang balap liar yang nominalnya besar itu seratus persen masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tidak ada sepeser pun uang denda yang masuk ke kantong petugas, maupun disetorkan ke instansi manapun. Semuanya murni masuk ke kas negara,” imbuhnya.[awi.ca]


