26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

Puasa Ramadan Tak Kendurkan Semangat Petugas Damkar Sidoarjo

Sidoarjo, Bhirawa
Meskipun bulan suci Ramadan, semangat Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo tidak mengendur. Walaupun personil menjalankan ibadah puasa, kesiagaan tetap diberlakukan penuh selama 24 jam untuk melayani masyarakat, baik untuk penanganan kebakaran maupun aksi penyelamatan atau evakuasi bencana lain di Kabupaten Sidoarjo.

“Ramadan tidak jadi hambatan bagi kami untuk bekerja. Kalau ada panggilan, ya harus tetap berangkat jam berapa pun itu,” ungkap Gunawan, Tim Operator Pelayanan Damkar Sidoarjo, Selasa (24/2) kemarin, saat ditemui di Pos Damkar Kota Sidoarjo.

Untuk operasional lapangan atau regu shift, tidak terdapat perubahan jam kerja. Sementara untuk staf administrasi kantor terdapat penyesuaian jam pulang 30 menit lebih awal. Berdasarkan data yang dihimpun, pada bulan Maret – April 2024 dan Februari – Maret 2025, terdapat tren pergeseran kasus jika dibandingkan antara tahun 2024 dan 2025.

Secara keseluruhan, angka kebakaran di Sidoarjo mengalami penurunan drastis akibat curah hujan yang ekstrim pada kurun waktu 2 tahun terakhir. “Kalau kita melihat data secara keseluruhan, kasus kebakaran menurun drastis di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Angka kebakarannya relatif menurun hampir separuh dari sebanyak 550 kasus di tahun 2024, menjadi 280 kasus di tahun 2025,” tutur Sita, Operator Layanan BPBD Sidoarjo.

Berita Terkait :  Demonstrasi yang Terdistorsi

Untuk menjangkau wilayah Sidoarjo yang luas, layanan Damkar ada di 7 pos, yaitu pos Kota Buduran, Waru, Krian, Porong, Sukodono, dan Candi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan terpadu melalui nomor tunggal. “Petugas bisa dihubungi pada nomor 112, nomor ini bebas pulsa, ke mana aja kita menjangkau,” tambah Satuman, komandan Damkar Sidoarjo.

Tetapi saat ini yang ditangani petugas Damkar, Sidoarjo tidak hanya sekedar memadamkan kebakaran saja. Tetapi juga aksi penyelamatan dan evakuasi. Menurut Sita, kasus evakuasi beberapa waktu ini justru melonjak signifikan dari 404 kasus menjadi hampir 700 kasus.

Data menunjukkan evakuasi yang paling mendominasi adalah penanganan tawon, tercatat mencapai 277 kasus per tahun, dan evakuasi penyemalatan karena ada ular mencapai 221 kasus per tahun.

Banyaknya upaya evakuasi tersebut, dipicu saat ini masyarakat banyak melaporkan terkait hewan liar yang muncul selama musim hujan. Ini juga tidak lepas, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk meminta bantuan kepada petugas Damkar.

Sita berpendapat bahwa kesadaran masyarakat berawal dari semakin luasnya sosialisasi dan informasi mengenai Damkar yang didapat dari mulut ke mulut. Selain itu, petugas dengan sigap juga mampu melayani permintaan unik yang terus meningkat tersebut.

“Pernah ada warga datang ke pos untuk melepas cincin yang kekecilan, bahkan ada 51 kasus dalam sebulan. Kami juga pernah menangani anting macet hingga harus dipotong alatnya, bahkan menolong anak kecil yang tangannya terjepit borgol mainan dan dibawa ke sini untuk dilepaskan,” tambah Sita.[kus.mg5.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!